BRANDA.CO.ID – Tersembunyi di antara bukit-bukit hijau Cianjur, Jawa Barat, Terowongan Lampegan berdiri kokoh sebagai saksi bisu sejarah perkeretaapian Indonesia.
Namun, di balik aura klasiknya, terowongan Lampegan ini menyimpan sebuah kisah misteri yang telah diwariskan dari generasi ke generasi, yaitu legenda tentang Nyi Sadea, sang penari penghuni kegelapan.
Kisah Nyi Sadea berakar pada masa pembangunan Terowongan Lampegan di awal abad ke-20. Konon, seorang wanita cantik bernama Sadea bekerja sebagai penari ronggeng untuk menghibur para pekerja yang tengah berjibaku menembus perut bumi.
Kecantikannya memikat banyak mata, namun hatinya tertambat pada seorang mandor proyek. Tragisnya, cinta mereka bersemi di tengah intrik dan persaingan.
Sebuah versi cerita menyebutkan bahwa Sadea menjadi korban sabotase atau kecelakaan tragis di dalam terowongan yang tengah dibangun. Versi lain mengisahkan bahwa ia ditolak oleh sang mandor atau bahkan dikhianati oleh orang lain yang mendambakannya.
Kematiannya yang mendadak dan penuh kesedihan meninggalkan luka mendalam, dan arwahnya diyakini bersemayam di dalam terowongan. Sejak saat itu, berbagai penampakan dan kejadian aneh dikaitkan dengan terowongan tersebut.
Para pekerja kereta api dan warga sekitar seringkali mengaku mendengar suara gamelan sayup-sayup di malam sunyi, seolah iringan tarian yang tak kasatmata.
Tak jarang pula, bayangan seorang wanita dengan gerak lemah gemulai terlihat di mulut terowongan atau bahkan di tengah kegelapan dalamnya. Sosok inilah yang diyakini sebagai Nyi Sadea, sang penari yang arwahnya tak tenang.
Kisah Nyi Sadea telah menjadi bagian tak terpisahkan dari mitos dan cerita seram, seputar tempat mistis tersebut. Beberapa orang percaya bahwa penampakan Nyi Sadea, merupakan pertanda buruk atau bahkan peringatan akan bahaya.
Namun, ada pula yang menganggapnya sebagai penjaga terowongan, sosok tragis yang merindukan kedamaian. Terlepas dari kebenarannya, legenda Nyi Sadea telah menambah dimensi mistis pada Terowongan Lampegan.
Kisahnya menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang tertarik dengan cerita-cerita horor dan sejarah kelam.
Setiap kali kereta api melintasi kegelapan terowongan, tak sedikit penumpang yang merasakan bulu kuduk merinding, membayangkan sosok sang penari yang mungkin saja tengah mengawasi dari balik dinding batu yang dingin.
Hingga kini, kisah Nyi Sadea tetap menjadi misteri yang belum terpecahkan. Namun, legenda ini akan terus hidup dalam ingatan masyarakat Cianjur, menjadi pengingat akan sebuah tragedi cinta dan kehilangan di balik megahnya Terowongan Lampegan yang menyimpan sejuta cerita.

