Asal Usul Tahu Gejrot Khas Cirebon yang Sudah Ada Sejak Tahun 1950

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Tahu gejrot, kuliner khas Cirebon yang pedas, manis, dan sedikit asam, kini menjadi salah satu jajanan pinggir jalan yang paling digemari di seluruh Indonesia.

Rasanya yang unik dan cara penyajiannya yang sederhana membuat tahu gejrot begitu mudah ditemukan. Namun, tahukah Anda bahwa hidangan ini sudah ada sejak tahun 1950-an dan memiliki sejarah yang menarik?

Asal-usul tahu gejrot bisa ditelusuri ke daerah Jatiseeng, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon. Konon, di desa inilah hidangan ini pertama kali diciptakan. Pada awalnya, tahu gejrot dibuat oleh masyarakat setempat sebagai hidangan rumahan sederhana yang kemudian dijual keliling.

Nama “gejrot” sendiri berasal dari proses penyajiannya. Ketika kuah bumbu dituangkan ke dalam cobek berisi potongan tahu, akan terdengar suara “jrot-jrot” akibat interaksi antara kuah dan tahu.

Hidangan ini terbuat dari bahan-bahan yang sangat sederhana, yaitu tahu pong, kuah bumbu yang terbuat dari gula merah, air asam jawa, dan sedikit garam, serta bumbu ulek yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit.

Meskipun sederhana, kombinasi rasa yang dihasilkan sangatlah kompleks dan membuat ketagihan. Sejak kemunculannya di tahun 1950-an, hidangan ini terus berkembang. Para penjual dulunya menjajakan dagangannya dengan cara dipikul atau menggunakan gerobak dorong.

Kesederhanaan inilah yang membuatnya cepat populer di kalangan masyarakat Cirebon, terutama sebagai pengganjal perut di siang hari atau camilan sore.

Seiring berjalannya waktu, jajanan ini tidak hanya dikenal di Cirebon. Para perantau dan wisatawan yang berkunjung ke Cirebon membawa cerita tentang kelezatan tahu gejrot ke daerah asal mereka.

Tak heran, kini tahu gejrot bisa dengan mudah ditemukan di berbagai kota besar di Indonesia, bahkan dengan berbagai variasi dan modifikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist