BRANDA.CO.ID – Peringatan Hari Jamu Nasional pada 27 Mei 2025 menjadi momen penting untuk merayakan kekayaan warisan budaya Indonesia dan mengakui peran jamu dalam kesehatan masyarakat.
Tanggal 27 Mei ini ditetapkan sebagai Hari Jamu Nasional, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2024 tentang Hari Jamu Nasional, yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 26 Mei 2024.
Penetapan tanggal 27 Mei ini mengukuhkan komitmen negara, dalam melestarikan dan mengembangkan jamu sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa.
Sejarah jamu di Indonesia sangat panjang dan kaya, berakar kuat dalam tradisi pengobatan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Bukti tertulis tentang jamu dapat ditemukan pada relief Candi Borobudur yang dibangun pada abad ke-8.
Relief ini menggambarkan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pengobatan tradisional, termasuk meracik ramuan dan mengonsumsi tumbuhan obat.
Selain itu, naskah-naskah kuno seperti Serat Centhini (abad ke-18) juga banyak menyebutkan tentang resep-resep jamu, dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa.
Resep-resep ini umumnya diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi, menjadikan jamu sebagai bagian integral dari kearifan lokal. Pada awalnya, jamu diracik dan digunakan oleh keluarga kerajaan dan kaum bangsawan.
Namun, seiring waktu, pengetahuan tentang jamu menyebar luas ke masyarakat umum, menjadi bagian dari pengobatan rumahan yang mudah diakses.
Bahan-bahan yang digunakan pun sangat beragam, memanfaatkan kekayaan alam Indonesia yang melimpah, seperti kunyit, jahe, temulawak, kencur, dan berbagai jenis dedaunan.
Pengembangan jamu modern dimulai pada awal abad ke-20 dengan munculnya industri jamu skala rumahan. Para perintis seperti Nyonya Meneer, Sido Muncul, dan Mustika Ratu berperan besar dalam mempopulerkan jamu, dan membuatnya lebih mudah dijangkau oleh masyarakat luas.
Mereka tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga berinovasi dalam kemasan dan pemasaran, menjadikan jamu sebagai produk yang lebih modern.

