Legislator Sukabumi, Yudha Sukmagara Dukung Penuh Kebijakan Presiden Prabowo Hentikan Tambang di Raja Ampat

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Langkah Presiden Prabowo Subianto yang telah mengambil keputusan tegas untuk menghentikan aktivitas tambang di kawasan Raja Ampat, Papua Barat, pada Selasa (10/6) kemarin, menuai apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Yudha Sukmagara.

Legislator pentolan partai berlambang kepala garuda itu mengatakan, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis sesuai dengan komitmen presiden dalam menjaga kelestarian alam serta keanekaragaman hayati di wilayah yang dikenal sebagai salah satu ekosistem laut terkaya di dunia.

“Kebijakan Presiden RI pak Prabowo Subianto ini mencerminkan kepemimpinan yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengedepankan keberlanjutan lingkungan. Ini adalah bentuk nyata komitmen terhadap pelestarian alam Indonesia,” ujar Yudha,  Rabu (11/6/25).

Sebagai pimpinan legislatif daerah dan Ketua DPC Partai Gerindra, Yudha mengaku bangga dan mendukung penuh keputusan tersebut. Ia menilai kebijakan ini sejalan dengan semangat masyarakat Kabupaten Sukabumi, yang turut menjunjung tinggi pentingnya menjaga lingkungan hidup.

“Kami juga di Kabupaten Sukabumi memiliki komitmen kuat terhadap isu-isu lingkungan. Ini membuktikan bahwa pembangunan bisa dilakukan tanpa harus merusak alam,” sambungnya.

Yudha menjelaskan, bahwa Raja Ampat merupakan kawasan yang sangat penting, bukan hanya bagi Papua Barat, tapi juga bagi dunia.

Dengan biodiversitas lautnya yang luar biasa dan terumbu karang yang menjadi habitat berbagai spesies langka, wilayah ini telah lama menjadi destinasi wisata unggulan serta wilayah konservasi yang vital.

“Penghentian aktivitas tambang di Raja Ampat adalah keputusan yang melindungi lebih dari sekadar ekosistem. Ini menjaga identitas, sumber penghidupan masyarakat lokal, serta membuka jalan bagi ekonomi yang lebih berkelanjutan melalui sektor pariwisata berbasis ekowisata,” tambah Yudha.

Lebih lanjut, Yudha menilai keputusan ini harus menjadi preseden bagi daerah-daerah lain di Indonesia yang juga menghadapi tantangan serupa.

Menurutnya, eksploitasi sumber daya alam yang tidak bijak hanya akan merugikan generasi mendatang.

“Indonesia diberkahi kekayaan alam yang luar biasa. Sudah saatnya kita berani mengambil langkah berani untuk melindunginya. Saya berharap kebijakan seperti ini bisa diterapkan di wilayah-wilayah lain yang memiliki potensi alam serupa. Ini adalah bentuk tanggung jawab kita sebagai bangsa terhadap warisan alam untuk anak cucu,” pungkasnya. (Isn).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist