BRANDA.CO.ID – Hari ini, Minggu, 15 Juni 2025, dunia memperingati Hari Ayah Sedunia (International Father’s Day). Momen ini menjadi kesempatan bagi kita, untuk merayakan dan menghargai peran serta kontribusi para ayah dalam keluarga dan masyarakat.
Namun, penting untuk diketahui bahwa Hari Ayah Sedunia berbeda dengan Hari Ayah Nasional yang diperingati di Indonesia. Apa bedanya? Mari kita simak.
Hari Ayah Sedunia dirayakan setiap Minggu ketiga di bulan Juni. Tanggalnya bisa bervariasi setiap tahunnya, seperti tahun ini yang jatuh pada 15 Juni 2025.
Sejarahnya bermula dari inisiatif Sonora Smart Dodd di Amerika Serikat pada awal abad ke-20. Ia ingin menghormati ayahnya, seorang veteran perang sipil yang membesarkannya dan kelima saudaranya seorang diri.
Perayaan pertama secara resmi dilakukan pada 19 Juni 1910 di Spokane, Washington. Kemudian, pada tahun 1972, Presiden Richard Nixon secara resmi menetapkan Hari Ayah sebagai hari libur nasional di Amerika Serikat.
Perayaan ini kini dirayakan di banyak negara di seluruh dunia, meskipun dengan tanggal yang berbeda-beda. Tujuannya sama, yaitu untuk menghargai pengorbanan, kasih sayang, dan bimbingan yang diberikan oleh sosok ayah.
Sedangkan Hari Ayah Nasional di Indonesia, diperingati setiap tanggal 12 November. Penetapan tanggal ini memiliki sejarah tersendiri.
Bermula dari sebuah kompetisi menulis surat untuk ibu, yang diadakan oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP). Dari kompetisi tersebut, muncul pertanyaan mengenai kapan hari untuk menghargai sosok ayah, mengingat Hari Ibu sudah ada.
Setelah melalui berbagai kajian dan diskusi, PPIP mendeklarasikan 12 November sebagai Hari Ayah Nasional di Solo pada tahun 2006.
Di hari yang sama, sejumlah kelompok di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), juga mendeklarasikan Hari Ayah. Sejak saat itulah, 12 November diperingati sebagai Hari Ayah Nasional di Indonesia.

