Sukabumi Genjot Status ODF, 90 Persen Kelurahan Sudah Bebas BABS

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Pemerintah Kota Sukabumi makin serius menangani isu sanitasi. Hal ini terlihat dari digelarnya Dialog Advokasi Percepatan ODF (Open Defecation Free) alias bebas buang air besar sembarangan (BABS), yang berlangsung di Ruang Oproom Setda, Rabu (18/6/2025).

Wakil Wali Kota Sukabumi, H. Bobby Maulana, hadir langsung dalam kegiatan ini bersama Ketua TP PKK Kota Sukabumi, perwakilan Bappeda Provinsi Jawa Barat, serta sejumlah instansi lintas sektor.

Dalam sambutannya, Bobby menegaskan bahwa masalah BABS bukan cuma soal bangun toilet atau MCK. Lebih dari itu, ini adalah soal budaya, kesadaran masyarakat, dan bahkan nilai kemanusiaan.

“Kota yang sehat bukan cuma yang jalannya mulus atau gedungnya tinggi. Tapi juga kota yang warganya sadar pentingnya hidup bersih dan punya sanitasi yang baik,” ujar Bobby.

Data terbaru per Juni 2025 menyebutkan, sebanyak 30 dari 33 kelurahan di Kota Sukabumi sudah mendeklarasikan diri sebagai wilayah ODF.

Sisanya, Kelurahan Nyomplong, Warudoyong, dan Kebonjati  juga sudah deklarasi pada 29 April lalu dan kini menunggu verifikasi.

Artinya, capaian ODF Kota Sukabumi sudah tembus 90,91 persen.

Sebagai langkah dukungan nyata demi mempercepat capaian ODF dan memastikan akses sanitasi layak bagi semua.

Pemkot juga sudah mengalokasikan anggaran khusus tahun ini untuk memperbaiki bangunan MCK umum.

Tak hanya diskusi, dialog ini juga membahas kondisi sanitasi di masing-masing kelurahan, strategi menuju sanitasi aman, dan pentingnya peran Pokja PKP dalam menyatukan kebijakan lintas sektor — mulai dari perencanaan hingga edukasi masyarakat.

Lewat kegiatan ini, Pemkot berharap bisa memperkuat sinergi dengan semua pihak, demi mewujudkan target besar: Sukabumi 100% ODF dan seluruh warga bisa menikmati akses sanitasi yang aman, adil, dan berkelanjutan.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist