Hadapi IGA 2025, Bappeda Kota Sukabumi Gelar Bimtek Penginputan Inovasi

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Kota Sukabumi, Ismail Aini. (Foto:Ist)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID  – Menyongsong penilaian Innovative Government Award (IGA) 2025, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi terus mematangkan berbagai inovasi yang telah dihasilkan oleh perangkat daerah.

Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari radiogram Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang meminta seluruh pemerintah daerah di Indonesia untuk segera melaporkan inovasi daerah dalam dua tahun terakhir.

“Beberapa waktu lalu kami menerima radiogram dari Kemendagri bahwa proses IGA 2025 telah dimulai. Seluruh provinsi, kota, dan kabupaten di Indonesia diminta segera melaporkan inovasi yang masih berjalan dalam dua tahun terakhir,” ujar Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Kota Sukabumi, Ismail Aini, kepada wartawan, Senin (7/7/2025).

Sebagai bentuk persiapan, Bappeda telah menggelar bimbingan teknis (bimtek) terkait penginputan inovasi IGA 2025 yang melibatkan perangkat daerah, sekolah, puskesmas, hingga kecamatan dan kelurahan. Bimtek ini bertujuan agar setiap inovasi yang dilaporkan memenuhi seluruh indikator penilaian yang telah diperbarui oleh Kemendagri.

“Tahun ini terdapat beberapa tambahan indikator, seperti keberpihakan terhadap pemberian Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI), jumlah penerima manfaat, dan pembuatan SK inovasi yang sesuai dengan ketentuan IGA 2025,” jelas Ismail.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa terdapat perubahan dalam sistem penilaian IGA 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satunya adalah keharusan setiap inovasi mencakup tiga urusan wajib pelayanan dasar, yaitu pendidikan, sosial, tata ruang, dan kesehatan.

“Dari 305 inovasi yang kami miliki, sekitar 170 lebih berasal dari sektor kesehatan. Namun tahun ini, inovasi juga harus mencakup unsur pendidikan, tata ruang permukiman, dan sosial. Jika tidak mengandung unsur tersebut, maka inovasi tersebut bisa tidak diterima,” ungkapnya.

Ismail menambahkan, batas akhir penginputan inovasi ditetapkan paling lambat 20 Juli 2025. Setelah itu, Bappeda akan melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap inovasi yang belum memenuhi tingkat kematangan yang disyaratkan.

“Kami akan melakukan review terhadap setiap inovasi untuk memastikan bahwa semuanya sudah benar-benar matang dan layak dikirim ke Kemendagri,” tegasnya.

Meski pada IGA 2024 Kota Sukabumi berhasil meraih predikat sebagai Kota Sangat Inovatif, Ismail menekankan pentingnya peningkatan kualitas inovasi untuk tahun ini.

“Tahun lalu Pemkot Sukabumi mendapatkan penghargaan sebagai Kota Sangat Inovatif dari BSKDN Kemendagri. Namun untuk IGA 2025, kami ingin hasil yang lebih baik lagi,” pungkasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist