Diserap dari Bahasa Batak Pakpak, “Palum” Antonym “Haus” Resmi Ada di KBBI

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Dalam sebuah langkah signifikan untuk memperkaya khazanah bahasa Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) secara resmi telah menambahkan kata “palum” sebagai antonim atau lawan kata dari “haus”.

Kata “palum”, yang baru masuk KBBI pada akhir tahun 2024, merupakan serapan dari bahasa Batak Pakpak, salah satu etnis yang mendiami wilayah Sumatra Utara.

Kehadiran “palum” diharapkan mampu mengisi kekosongan antonim spesifik untuk “haus” yang selama ini menjadi perdebatan di kalangan pakar bahasa dan masyarakat luas.

Sebelumnya, sudah menjadi rahasia umum di kalangan ahli bahasa, bahwa kata “haus” tidak memiliki padanan kata yang secara eksplisit menjadi lawan katanya dalam bahasa Indonesia.

Untuk mengungkapkan kondisi setelah tidak merasa haus, masyarakat sering kali menggunakan frasa negasi seperti “tidak haus”, atau menggantinya dengan kata-kata deskriptif seperti “lega”, “segar”, atau “terhidrasi”, yang penggunaannya sangat bergantung pada konteks kalimat.

Plt. Kepala Pusat Bahasa Kemdikbud, Dora Amalia, dan pakar bahasa dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Nani Darmayanti, secara konsisten menekankan bahwa hingga saat ini, kata “haus” memang berdiri sendiri tanpa pasangan resmi dalam KBBI.

Kondisi ini sering kali menimbulkan kerancuan atau setidaknya kurangnya presisi dalam berbahasa, terutama dalam konteks formal atau ilmiah.

Dengan penetapan “palum”, masalah tersebut kini mendapatkan solusi. “Palum” secara definitif bermakna kondisi seseorang setelah minum, di mana rasa haus telah sepenuhnya hilang atau terpuaskan.

Kata ini menggambarkan perasaan puas dan kenyang akan cairan, di mana tubuh tidak lagi memiliki keinginan atau kebutuhan untuk mengonsumsi air lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist