BRANDA.CO.ID – Yayasan Merah Putih melalui Satuan Penanganan dan Pengawasan Gizi (SPPG) Dapur Berkah menggelar acara tasyakuran di Desa Cireunghas, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (16/8/2025).
Acara ini sebagai bentuk rasa syukur dan kesiapan menjelang operasional dapur yang akan menyediakan makanan bergizi secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Dapur Berkah Yayasan Merah Putih (Kasapel), Moch Halimudin menyampaikan, tasyakuran ini digelar sebagai bentuk permohonan keberkahan dan keselamatan dalam menjalankan program.
“Hari ini kita menggelar tasyakuran SPPG Berkah Yayasan Merah Putih, untuk keberkahan dan kenyamanan kita dalam menyambut operasional dapur yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini,” ujar Halimudin.
Ia juga menjelaskan bahwa persiapan menuju launching telah mencapai 95 persen dan tinggal menunggu pencairan anggaran dari pusat.
“Semuanya sudah siap ya. Untuk selanjutnya kita tinggal menunggu anggaran,”jelasnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Dapur MBG Berkah Yayasan Merah Putih di Desa Cireunghas, Suci Aprilialisa, S.Pd., menyampaikan bahwa Dapur Berkah ini merupakan yang pertama dan paling siap untuk beroperasi di Kecamatan Cireunghas.
“Alhamdulillah hari ini kita melakukan tasyakur. Ini adalah bentuk rasa syukur sekaligus pengenalan SPPG Dapur Berkah di Kecamatan Cireunghas. Dan ini adalah dapur pertama yang paling siap untuk memberikan manfaat, khususnya bagi warga Desa Cireunghas,” ungkap Suci.
Acara tasyakuran juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi dengan unsur Forkopimcam dan para relawan SPPG Dapur Berkah. Ia menambahkan bahwa dari sisi sumber daya manusia, seluruh relawan telah lengkap, mulai dari kepala SPPG, ahli gizi, tim akuntansi hingga divisi-divisi lainnya.
“Untuk peralatan dapur sudah 100 persen lengkap dan tersedia dalam dua bangunan. Jika anggaran turun tepat waktu, launching akan dilakukan pada 21 Agustus 2025,” tambahnya.
Suci juga menegaskan bahwa pihaknya akan menjalankan operasional sesuai SOP dan mengutamakan aspek higienitas guna mencegah kontaminasi makanan.
“Kami berharap kehadiran dapur ini tidak hanya bermanfaat bagi penerima manfaat program, tetapi juga mendukung perekonomian lokal termasuk UMKM dan para relawan yang sebagian besar merupakan warga sekitar sini,”tandasnya. (Her)

