Menilik Sejarah Ko Acia, Ikon Es Campur Legendaris Sejak 1980

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Di tengah hiruk-pikuk Jakarta Pusat, di bawah naungan pohon rindang di pinggir Jalan Dwiwarna Raya, berdiri warung sederhana yang menebarkan kehangatan via satu semangkuk es campur, yaitu Es Campur Ko Acia.

Dirintis sejak 1980 oleh Nio Nguan Lie alias Suyanto, warung es campur Ko Acia ini telah menjadi magnet rasa yang tak lekang oleh zaman.

Suyanto, pemilik es campur Ko Acia, memulai perjalanan kulinernya sebagai karyawan di usaha es campur di Pontianak selama tiga tahun.

Namun setelah mengumpulkan cukup pengalaman, ia memberanikan diri membuka usaha sendiri, meski awalnya belum berkembang, terutama karena harga jual yang terlalu murah di Pontianak.

Kemudian, pada 1980 ketika usianya baru 17 tahun, Suyanto merantau ke Jakarta dan membuka Es Campur Ko Acia di lokasi yang sama hingga kini. Di Jakarta, omzet meningkat pesat karena daya beli konsumen lebih tinggi.

Nama “Ko Acia” sendiri berasal dari bahasa Tionghoa yang berarti “kakak, mari makan”, dengan arti undangan hangat yang mencerminkan keramahtamahan dan keadaban.

Rahasia kenikmatan es campur ini terletak pada ragam isian klasik yang kaya tekstur dan rasa. Setidaknya terdapat 11 macam isian pilihan, antara lain kolang-kaling, agar-agar, cincau, alpukat, sari kelapa, cendol, bubur kacang merah dan hijau, jeli, selasih, hingga kelengkeng.

Semua disiram dengan gula merah dan santan susu, guna membuat semangkuknya penuh warna, rasa, dan kenikmatan yang tak berlebihan.

Konsistensi menjadi kunci, Suyanto pun menjadikan warung ini buka setiap hari, dari pagi hingga sore. Hal ini menunjukkan dedikasi yang tinggi terhadap pelanggan, sehingga mereka bisa datang kapan saja tanpa khawatir warungnya tutup.

Bagi Suyanto, pelanggan setia adalah nyawa bisnis ini. Ia menuturkan bahwa banyak pelanggan yang datang kembali setiap 3–4 hari setelah pembelian pertama. Hubungan baik inilah yang menjaga warung tetap hidup selama puluhan tahun.

Kini, di usia 70 tahun, Suyanto berencana pensiun. Warung Es Campur Ko Acia akan dilanjutkan oleh anak kelimanya. Meskipun anaknya sudah bisa melayani, pengolahan resep khas Ko Acia masih dipelajari agar cita rasa tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist