BRANDA.CO.ID – Alat makan seperti sendok, garpu, dan sumpit mungkin tampak biasa di meja kita, tetapi perjalanan sejarahnya sarat dengan cerita menarik dari berbagai peradaban di dunia.
Lalu alat makan manakah yang lebih dulu digunakan?Yuk simak faktanya di bawah ini sampai selesai, karena kali ini kami akan mengulas sejarah ketiga alat tersebut hingga tuntas.
Sendok diyakini sebagai alat makan tertua yang pernah digunakan manusia. Bukti arkeologis menunjukkan bahwa versi paling awal terbuat dari cangkang kerang atau batu, telah digunakan sejak zaman Paleolitik, sekitar 50.000 hingga 100.000 tahun lalu.
Seiring waktu, manusia mulai menciptakan sendok dari bahan alami seperti kayu, tulang hewan, bahkan gading mamut, salah satunya ditemukan di situs prasejarah di Rusia dan diperkirakan berusia sekitar 21.000 tahun.
Peradaban Mesir Kuno adalah salah satu yang pertama menggunakan sendok secara teratur (sekitar 3.000 SM), sering kali untuk keperluan ritual dengan bahan seperti kayu, batu, atau gading.
Pada masa Romawi, sendok menjadi populer melalui istilah “cochlea”, digunakan untuk menyantap telur atau siput. Di Eropa abad pertengahan, sendok, khususnya yang terbuat dari perak atau emas, menjadi simbol status sosial bagi kalangan bangsawan.
Sedangkan garpu muncul belakangan dibanding sendok. Awalnya, garpu digunakan sebagai alat memasak atau menyajikan makanan di peradaban Mesir Kuno dan budaya Quijia di Tiongkok masa lalu. Barulah kemudian, sekitar abad ke‑11 hingga ke‑16, garpu mulai digunakan sebagai alat makan meskipun sempat ditolak karena dianggap berlebihan atau bahkan tabu dalam budaya Barat.
Penerimaan mulai berubah ketika Catherine de’ Medici membawa kebiasaan menggunakan garpu ke istana Prancis, hingga menjadikannya bagian penting dari tata cara makan elit.
Perkembangan terus berlanjut hingga abad ke‑18, ketika garpu menjadi alat makan sehari-hari yang umum digunakan di restoran dan rumah tangga Barat.
Nah mengenai sumpit, alat ini lahir di Tiongkok kuno, bahkan sebelum Dinasti Shang (1766–1122 SM). Temuan enam pasang sumpit perunggu di reruntuhan Yin, berukuran sekitar 26 cm, menunjukkan bahwa fungsinya awalnya untuk memasak, seperti mengambil makanan dari panci mendidih.
Perubahan fungsi menjadi alat makan terjadi pada masa Dinasti Han (sekitar 200 SM–200 M), karena pertumbuhan populasi yang membuat porsi makanan menjadi lebih kecil dan cocok diambil menggunakan sumpit.
Saat ini, sumpit telah menjadi ikon kuliner Asia, digunakan luas di negara seperti China, Jepang, Korea, dan Vietnam. Bentuk dan material sumpit pun bervariasi di tiap negara:
- China: sering terbuat dari bambu atau kayu, panjang dan agak tebal.
- Jepang: pendek dengan ujung meruncing, cocok untuk mengontrol makanan secara presisi.
- Korea: umumnya terbuat dari logam, ramping, dan digunakan bersama sendok.
Selain itu, sumpit juga menyimpan makna budaya dan simbolisme. Salah satu contoh adalah sumpit perak yang digunakan untuk mendeteksi racun arsenik — sumpit ini akan berubah warna jika bersentuhan dengan racun.
Dalam budaya Tiongkok, sumpit juga menjadi lambang etiket sosial, kebersamaan, dan penghormatan terhadap makanan dan lawan bicara.

