BRANDA.CO.ID — Realisasi penerimaan pajak daerah Kabupaten Cianjur hingga Oktober 2025 telah mencapai Rp328 miliar atau 78,22 persen dari target Rp419 miliar. Meski tersisa dua bulan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cianjur optimis target pendapatan pajak dapat tercapai hingga akhir tahun.
Kepala Bidang Penetapan dan Pendataan Bapenda Kabupaten Cianjur, Lucky Hermansyah mengatakan pihaknya terus memaksimalkan berbagai strategi untuk mendorong capaian pendapatan.
“Realisasi penerimaan pajak sampai hari ini baru 78,22 persen dengan nominal Rp328 miliar. Namun dengan sisa waktu yang ada, kita optimis target bisa tercapai 100 persen,” ujar Lucky kepada wartawan, Senin (3/11/2025).
Menurutnya, salah satu langkah yang dilakukan adalah menggencarkan program Pepeling (Peningkatan Pajak Keliling) di sejumlah perumahan dan desa, serta memperkuat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berpengaruh terhadap pendapatan daerah.
“Selain itu, kami juga melakukan pemanggilan terhadap sejumlah PPATS untuk mengoptimalkan sektor BPHTB,” katanya.
Upaya penagihan pajak kepada wajib pajak yang belum memenuhi kewajiban pun kini semakin intensif.
Lucky menjelaskan, beberapa sektor pajak menunjukkan capaian positif, salah satunya pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) yang sudah melampaui target. Sementara sektor lainnya rata-rata berada di angka 80 persen.
“Untuk PBB juga cukup baik, terutama ketetapan buku 1, 2, dan 3 di tengah kondisi perekonomian yang sedang kurang baik,” jelasnya.
Namun demikian, sektor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menjadi yang terendah dengan capaian baru 64 persen.
“Faktor daya beli masyarakat yang menurun dan kebijakan pusat terkait pembebasan pajak untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) turut mempengaruhi capaian BPHTB,” pungkasnya. (Ist)

