Sejarah Hari Guru Nasional: Menghargai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Setiap 25 November

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Setiap tanggal 25 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Guru Nasional, sebuah momentum pahlawan tanpa tanda jasa di dunia pendidikan.

Di balik perayaan seremonial Hari Guru Nasional ini tersimpan jejak sejarah panjang perjuangan para pendidik, yang berasal dari masa kolonial hingga terbentuknya organisasi guru yang menyatukan suara dan semangat kebangsaan.

Sejarah Hari Guru Nasional tidak bisa dilepaskan dari kelahiran Persatuan Guru Hindia Belanda atau PGHB pada tahun 1912. Pada masa itu, guru-guru pribumi menghadapi kesulitan besar di bawah sistem kolonial Belanda.

PGHB menjadi wadah bersama bagi berbagai kalangan guru, dari guru bantu hingga kepala sekolah, untuk berjuang memperbaiki nasib dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Seiring berjalannya waktu, berbagai organisasi guru muncul, tetapi pada tahun 1932, 32 organisasi guru sepakat bersatu menjadi Persatuan Guru Indonesia arau PGI.

Penggantian nama ini bukan sekadar kosmetik, melainkan simbol kuat nasionalisme, yaitu kata “Indonesia” di dalam nama organisasi mencerminkan tekad para pendidik untuk menggenggam identitas bangsa, meski hal tersebut tak disambut baik oleh pemerintah kolonial.

Masuk ke masa pendudukan Jepang, aktivitas organisasi guru sempat dihentikan. PGI dilarang dan sekolah-sekolah banyak ditutup, sementara guru-guru diwajibkan mengikuti pelatihan militer dan indoktrinasi ideologi Jepang.

Namun di balik tekanan itu, semangat kebangsaan tetap berkobar di kalangan guru. Mereka menggunakan pelatihan paksa tersebut sebagai ruang tersembunyi untuk menjaga benih persatuan dan nasionalisme, bahkan membentuk organisasi guru baru di Jakarta pada tahun 1943 untuk menjaga solidaritas.

Setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, para guru kembali bersatu. Pada 24–25 November tahun yang sama, di Surakarta, digelar Kongres Guru Indonesia yang dihadiri guru dari seluruh penjuru nusantara.

Di akhir kongres, pada tanggal 25 November 1945, lahirlah Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI. Tiga tujuan utama PGRI dirumuskan dalam kongres itu: mempertahankan dan memperkuat Republik Indonesia; meningkatkan mutu pendidikan dengan basis kerakyatan; serta memperjuangkan hak dan kesejahteraan guru.

Meski pendirian PGRI terjadi pada 1945, tanggal 25 November baru diresmikan sebagai Hari Guru Nasional hampir lima dekade kemudian. Penetapan resmi dilakukan lewat Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 oleh Presiden Soeharto.

Keppres ini menegaskan Hari Guru Nasional sebagai hari untuk menghargai kontribusi besar para guru dalam pembangunan bangsa, meskipun bukan hari libur resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist