BRANDA.CO.ID – SPPG Caringin 02 yang berlokasi di Kampung Tegalsereh, Desa Caringin, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, memastikan seluruh persyaratan operasional telah dipenuhi sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kepala SPPG Caringin 02, Diki Ramdani, S.Pd.I.
Diki menjelaskan, sebelumnya selama sekitar satu bulan pihaknya belum menerima CPM. Namun pada 4 November 2025, setelah rapat musyawarah tingkat kecamatan terkait pemerataan, akhirnya DPM yang diterima dapur telah mencapai standar BGN, yaitu 3.000 DPM.
“Sesuai ketentuan BGN, setiap dapur dibatasi sebanyak 3.000 DPM dengan beberapa persyaratan tertentu. Alhamdulillah di Dapur Caringin seluruh persyaratan itu sudah ditempuh,” ujarnya, Senin (1/12/2025).
Beberapa persyaratan tersebut di antaranya sertifikat chef, kelayakan air, SLHS, dan sertifikat halal yang saat ini sedang dalam proses penyelesaian.
Diki menegaskan, seluruh administrasi dan aturan telah dipenuhi demi memastikan kualitas layanan yang lebih baik dan menghindari kejadian yang tidak diinginkan, seperti potensi KLB.
“Dapur kita sudah dipastikan layak secara persyaratan dan regulasi BGN. Artinya semua sudah sesuai progres,” tambahnya.
Selain fokus pada pelayanan, SPPG Caringin 02 juga memperhatikan hak-hak para relawan. Diki menuturkan, kesehatan relawan menjadi prioritas, sehingga mereka didaftarkan dalam program BPJS. Upah dan jam kerja juga disesuaikan dengan regulasi yang berlaku.
“Bahkan kebutuhan relawan di luar dapur pun kami perhatikan, karena kami menganggap relawan sebagai keluarga,” jelas Diki.
SPPG Caringin 02 menegaskan komitmennya untuk menyukseskan program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terutama di bidang ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi lokal, penguatan UMKM, serta peningkatan gizi anak bangsa.
Harapannya, dapur ini dapat menjadi role model di Kecamatan Gegerbitung dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami ingin adanya penelitian terkait pertumbuhan satuan pendidikan di Kecamatan Gegerbitung setelah menerima MBG, baik dari aspek kesehatan maupun kecerdasannya,” kata Diki.
Ia optimistis bahwa dukungan terhadap program ini akan berkontribusi pada terwujudnya Generasi Emas 2045.
“Ini visi misi kami dan selaras dengan visi misi Bapak Presiden,” pungkasnya. (Her)

