Misteri Gunung Halimun: Benteng Gaib, Kera Penjaga, dan Pesawat yang Jatuh

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Gunung Halimun, yang membentang di perbatasan tiga kabupaten, Bogor, Sukabumi, dan Lebak, berdiri dengan tenang di ketinggian sekitar 1.925‑1.929 meter di atas permukaan laut.

Namun di balik panorama alam yang asri dan kabut lebat yang acap membungkus puncaknya, Gunung Halimun sendiri menyimpan banyak ratusan bisik‑bisik mistis dari masa lalu.

Bagi banyak orang di sekitar wilayah Jawa Barat dan sekitarnya, Gunung Halimun bukan sekadar pegunungan biasa, melainkan dipercaya sebagai “benteng gaib” milik Prabu Siliwangi, raja agung dari kerajaan masa lampau.

Legenda populer mengisahkan bahwa benteng‑benteng kerajaan, tak kasat mata, tersebar di belantara Halimun, hanya bisa dilihat oleh mereka yang memiliki “mata batin.” Konon, penjaga gaib berupa ratusan harimau gaib dan makhluk‑makhluk ghaib lainnya menjaga wilayah tersebut.

Tidak hanya itu, ada pula cerita mengenai “kerajaan kera”, kera‑kera liar di hutan Halimun yang oleh warga tak jarang diyakini sebagai pasukan kerajaan gaib yang setia menjaga mistik Halimun.

Kabut tebal yang sering menyelimuti Gunung Halimun, ditambah dengan hutan rimbun dan jalur tak jelas, membuat jalur pendakian jarang sekali dilalui.

Kenyamanan ekosistem, suasana sunyi, serta aura misterius membuat banyak orang enggan mendekat. Bahkan, sebagian masyarakat percaya bahwa kabut itu bukan semata fenomena alam, melainkan sebagai perisai gaib untuk menjaga rahasia kerajaan kuno.

Selain soal makhluk ghaib dan kerajaan gaib, Gunung Halimun juga dikaitkan dengan kisah kelam kematian, tragedi kecelakaan pesawat. Bersama dua gunung lain di sekitarnya, Gunung Salak dan Gunung Gede, Gunung Halimun sering disebut sebagai bagian dari “segitiga misteri” atau “segitiga bermuda”-nya Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist