Ratusan Pasangan Calon Pengantin Jadi Korban WO Ayu Puspita, Begini Kronologinya

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Kasus dugaan penipuan oleh WO Ayu Puspita, mencuat setelah ratusan klien yang akan menggelar pernikahan mengaku dirugikan, karena layanan yang dijanjikan tidak terpenuhi.

Pada Minggu 7 Desember 2025 malam, sekitar 200 orang korbanc sebagian pasangan calon pengantin, berkumpul di kediaman Ayu Puspita di kawasan Kayu Putih, Jakarta Timur.

Massa mendatangi rumah Ayu Puspita untuk menuntut pertanggungjawaban karena pada hari resepsi, penyedia jasa seperti katering dan layanan WO sama sekali tidak muncul.

Situasi sempat memanas lantaran para korban merasa kecewa dan marah, setelah membayar lunas biaya resepsi namun layanan gagal terlaksana.

Beberapa korban melaporkan bahwa pada hari-H, katering tak hadir sama sekali sehingga tamu undangan tidak mendapatkan hidangan, memaksa keluarga untuk membeli makanan secara mendadak dari luar.

Menyusul kegaduhan di lokasi, petugas dari Polres Metro Jakarta Timur dan kemudian Polda Metro Jaya turun tangan untuk meredam situasi.

Kepala polisi setempat, Kombes Pol Alfian Nurrizal, menyatakan bahwa massa korban sempat memadati rumah terduga pelaku, dan pihak kepolisian segera melakukan mediasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Setelah situasi terkendali, polisi mengamankan terduga pelaku, termasuk pemilik WO, dan pelimpahan penanganan perkara dilakukan ke Kepolisian Jakarta Utara.

Penyidikan awal mengungkap bahwa dari laporan yang masuk, setidaknya 87 orang telah melapor secara resmi ke polisi terkait dugaan penipuan dan penggelapan, meskipun jumlah korban yang berkumpul diperkirakan jauh lebih banyak, yakni sekitar 200 orang atau lebih.

Banyak laporan menyebut bahwa klien telah melakukan pelunasan biaya resepsi, namun ketika hari-H tiba, layanan yang dijanjikan WO gagal total.

Lebih lanjut, muncul keterangan yang menguatkan dugaan bahwa skema operasional WO tersebut tidak sehat dan menyerupai pola gali lubang tutup lubang, uang dari klien baru digunakan untuk membiayai acara klien sebelumnya.

Hal ini diungkap melalui video viral yang beredar, di mana sang pemilik WO diduga mengakui penggunaan dana klien baru, untuk menutupi kewajiban terhadap klien lama.

Saat ini kasus masih diselidiki lebih lanjut. Polisi membuka pintu bagi siapa pun yang merasa dirugikan untuk melapor, terutama korban dari berbagai wilayah seperti Bogor, Cileungsi, Bekasi, hingga Cimanggis, agar mendapatkan kejelasan dan keadilan.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi calon pengantin dan masyarakat umum, bahwa penting untuk memeriksa reputasi dan rekam jejak vendor pernikahan, sebelum mempercayakan momen besar seperti resepsi pernikahan terutama ketika tawaran harga sangat murah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist