BRANDA.CO.ID – Viral di media sosial, kisah inspiratif pasangan suami istri asal Malaysia menarik perhatian publik karena dedikasi luar biasa mereka, dalam menunaikan tugas di sekolah terpencil yang berada jauh dari peradaban dan penuh tantangan alam.
Muhammad Haqqi Annazili Rusdi dan Noor Syazwanie Mohamad, rela menempuh perjalanan ekstrem setiap minggu demi mengabdi di sekolah terpencil SK Bihai, Gua Musang, yang jaraknya mencapai sekitar 40 kilometer dari jalan utama melalui hutan lebat Kelantan.
Perjalanan yang mereka lakukan ke sekolah terpencil tersebut bukanlah sekadar rute biasa, melainkan jalur berat yang dipenuhi lumpur, pohon-pohon besar, dan medan terjal tanpa aspal. Pasangan ini menggunakan sepeda motor trail untuk melintasi rute, yang bisa memakan waktu hingga satu setengah jam sekali jalan.
Di tengah rimba, mereka kerap menghadapi ancaman hewan liar seperti ular, gajah, bahkan harimau, yang membuat perjalanan itu menjadi momen yang menegangkan sekaligus penuh tantangan.
Kisah viral ini bukan hanya tentang jarak dan medan berat, tetapi juga tentang komitmen dan semangat pengabdian yang kuat.
Sebagai staf pendukung sekolah, Haqqi dan Syazwanie tidak hanya datang ke lokasi secara rutin setiap minggu, tetapi juga berusaha menjangkau program sekolah di desa-desa lain yang jaraknya berkisar antara 10 hingga 40 kilometer.
Untuk mengatur waktu dengan baik, mereka memilih menginap di asrama sekolah selama hari kerja, dan hanya pulang ke rumah mereka di Bachok sekali seminggu.
Selama empat tahun mengabdi, pasangan ini telah menghadapi berbagai kendala, termasuk terjatuh di kubangan lumpur yang terkadang tak terhindarkan. Bagi Syazwanie, pengalaman jatuh dan bangun di jalur berlumpur itu justru menjadi bagian berharga dari perjalanan hidup mereka bersama.
“Kami sangat berhati-hati saat melewati daerah itu. Namun, kami tetap terjatuh karena jalannya tidak rata dan penuh lumpur. Tapi saya senang karena ini adalah pengalaman berharga bagi saya dan suami saya selama bekerja di sini,” ungkap Syazwanie.
Ia menyatakan bahwa bekerja di lokasi terpencil bukan hanya melatih ketangguhan fisik, tetapi juga mempererat hubungan rumah tangga mereka karena berbagai tantangan dihadapi bersama.
Kisah viral tentang pasangan ini menjadi pengingat, tentang betapa besar pengorbanan yang dilakukan oleh tenaga pendidik dan pekerja sekolah di lokasi terpencil.
Dedikasi Haqqi dan Syazwanie menunjukkan bahwa semangat mengabdi pada pendidikan tidak mengenal rintangan, sekaligus menginspirasi banyak orang untuk menghargai peran penting para pendidik di seluruh dunia.

