BRANDA.CO.ID – Aktris dan penyanyi Aurelie Moeremans kembali menjadi sorotan publik, setelah merilis buku memoar berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth, sebuah karya autobiografis yang membuka lembaran masa lalunya yang penuh luka.
Dalam buku digital Broken Strings, Aurelie Moeremans membagikan pengalaman pribadi sebagai penyintas hubungan manipulatif dan praktik child grooming, yang ia alami sejak usia remaja.
Dalam Broken Strings, Aurelie Moeremans secara jujur menceritakan masa mudanya yang direnggut oleh hubungan tidak sehat, dengan seorang pria dewasa yang ia samarkan dengan nama “Bobby”.
Hubungan tersebut digambarkan penuh kontrol, manipulasi psikologis, serta bentuk kekerasan yang perlahan merenggut kebebasan dan masa kecilnya.
Aurelie menulis kisah ini bukan hanya untuk “membuka luka lama”, tetapi juga sebagai upaya pemulihan diri serta bentuk edukasi bagi publik, agar lebih memahami bahaya dinamika hubungan yang berpotensi traumatis.
Judul Broken Strings sendiri melambangkan kondisi psikologis Aurelie yang kala itu merasa seperti “senar yang putus”, kehilangan kendali atas hidupnya dan fragmen masa muda yang hilang secara perlahan.
Frasa “Fragments of a Stolen Youth” menekankan bagaimana pengalaman traumatis tersebut, mencuri masa remaja yang seharusnya menjadi fase penuh pertumbuhan, rasa aman, dan eksplorasi identitas.
Buku ini bukan hanya fokus pada kisah kelam, tetapi juga menonjolkan tema tentang resiliensi, proses penyembuhan, dan kekuatan seorang penyintas yang bangkit dari trauma.
Aurelie menjelaskan bahwa menulis buku ini merupakan bagian penting dari perjalanan mental health recovery, yang telah ia jalani selama bertahun-tahun, sekaligus pesan agar tidak ada lagi korban yang berjuang sendirian.
Sejak dirilisnya Broken Strings versi digital pada 10 Oktober 2025 lalu, buku ini telah menjadi viral di media sosial dan memicu diskusi luas tentang kekerasan dalam hubungan dan child grooming.
Banyak pembaca mengaku terhubung secara emosional dengan cerita Aurelie, merasa tersentuh dan bahkan terinspirasi untuk menghadapi luka masa lalu mereka sendiri, setelah membaca memoar tersebut.

