Perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dan Hikmah di Baliknya

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Isra Miraj Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu peristiwa paling agung dan penuh makna, dalam sejarah Islam yang setiap tahun diperingati oleh umat Muslim di seluruh dunia.

Peristiwa Isra Miraj ini menggambarkan betapa besar kekuasaan Allah SWT, dan menjadi tonggak penting dalam perjalanan kenabian Rasulullah SAW, karena dari sinilah datang perintah langsung untuk menunaikan salat lima waktu.

Isra Miraj sendiri berarti perjalanan malam yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem dalam satu malam, dengan ditemani Malaikat Jibril serta mengendarai Buraq.

Dalam perjalanan singkat tapi penuh keajaiban itu, beliau sempat berhenti di beberapa tempat bersejarah dan melaksanakan salat dua rakaat di setiap lokasi, sebagai bentuk penghormatan dan tanda kebesaran.

Setelah tiba di Masjidil Aqsa, perjalanan berlanjut ke bagian kedua, yakni Miraj, yaitu kenaikan beliau menembus tujuh lapis langit hingga mencapai Sidratul Muntaha, tempat tertinggi yang hanya diketahui oleh Allah SWT.

Dalam setiap lapisan langit tersebut Rasulullah SAW bertemu dengan para nabi terdahulu, yang memiliki peranan penting dalam sejarah kenabian seperti Nabi Adam AS, Nabi Isa AS, Nabi Musa AS, hingga Nabi Ibrahim AS.

Pertemuan ini bukan sekadar simbolik, tetapi menguatkan hubungan risalah para nabi dan menegaskan kesatuan misi kenabian yang dibawa masing-masing, sebagai bagian dari rencana besar Allah SWT untuk menyampaikan petunjuk bagi seluruh umat manusia.

Pada puncak perjalanan Miraj, Allah SWT mewajibkan salat lima waktu per hari kepada umat Islam, yang merupakan oleh‑oleh terbesar dan tiang utama dalam ibadah seorang Muslim.

Isra Miraj tidak hanya menjadi cerita spiritual semata, tetapi juga sarat dengan hikmah yang relevan hingga kini. Di antaranya adalah pentingnya keteguhan iman dan kesabaran dalam menghadapi masa‑masa sulit.

Hal ini seperti yang dialami Nabi Muhammad SAW, ketika beliau kehilangan dua orang yang sangat dicintainya, yaitu Khadijah RA dan pamannya Abu Thalib. Di mana peristiwa ini mengingatkan setiap Muslim untuk senantiasa menjaga hubungan dengan Allah SWT, lewat salat yang khusyu serta memperkuat keimanan dalam kehidupan sehari‑hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist