BRANDA.CO.ID – Pada Senin, 26 Januari 2026, untuk pertama kalinya dalam sejarah upacara bendera di sekolah dibacakan Ikrar Pelajar Indonesia, sebuah komitmen yang memuat nilai‑nilai karakter penting bagi generasi muda.
Perubahan adanya Ikrar Pelajar Indonesia ini terjadi dalam upacara bendera, yang dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di Kabupaten Banjarnegara, diikuti oleh barisan siswa‑siswi dari berbagai tingkatan.
“Hari ini kita membuat sebuah sejarah baru, di mana untuk pertama kali dalam upacara bendera dibacakan Ikrar Pelajar Indonesia yang berisi lima pernyataan,” terang Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Ikrar Pelajar Indonesia merupakan penambahan baru dalam rangkaian upacara, yang sebelumnya hanya terdiri dari pengibaran bendera, pembacaan naskah Pancasila, dan teks Pembukaan Undang‑Undang Dasar 1945.
Langkah ini merupakan implementasi arahan Presiden Republik Indonesia yang diamanatkan kepada Mendikdasmen untuk memperkuat nasionalisme, kedisiplinan, serta karakter pelajar Indonesia melalui rutinitas upacara bendera setiap hari Senin pagi.
Melalui Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026, sekolah di seluruh Indonesia diwajibkan membacakan Ikrar Pelajar Indonesia, setelah pembacaan Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 dalam setiap upacara bendera.
Ikrar ini berisi lima komitmen utama yang mencerminkan nilai karakter yang diharapkan tertanam pada setiap peserta didik, yaitu belajar dengan baik, menghormati orang tua, menghormati guru, rukun dengan teman, dan mencintai tanah air Indonesia.
Perubahan ini juga disertai dengan pengenalan lagu baru berjudul “Rukun Sama Teman”, yang wajib dinyanyikan setelah lagu wajib nasional. Lagu ini dirancang untuk menumbuhkan sikap saling menghormati, persahabatan, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta inklusif bagi seluruh siswa.
Penambahan Ikrar Pelajar Indonesia dalam upacara bendera bukan sekadar formalitas baru, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah dalam membangun budaya sekolah yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga menguatkan karakter, jiwa patriotisme, serta rasa cinta tanah air sejak dini.

