Makna dan Sejarah Kue Keranjang: Tradisi Imlek yang Penuh Filosofi

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Kue keranjang merupakan salah satu sajian khas yang tak pernah absen dalam perayaan Tahun Baru Imlek, di berbagai komunitas Tionghoa, termasuk di Indonesia.

Kue ini dikenal dengan rasa manisnya yang khas dan tekstur yang kenyal, namun lebih dari itu, kue keranjang menyimpan sejarah panjang serta filosofi mendalam, yang membuatnya begitu istimewa setiap musim Imlek tiba.

Istilah “kue keranjang” yang kerap ada saat Imlek ini sendiri berakar dari cara tradisional pembuatannya. Pada masa lalu, adonan kue yang terbuat dari tepung ketan dan gula dituangkan ke dalam cetakan berbentuk keranjang anyaman bambu, sebelum dikukus hingga matang.

Ciri khas inilah yang kemudian menetapkan nama tersebut hingga kini. Bentuknya yang bulat juga melambangkan kesatuan dan keutuhan keluarga, selaras dengan cita-cita harmonis yang diharapkan di awal tahun baru.

Dalam budaya Tionghoa, sajian ini dikenal sebagai nian gao yang secara harfiah berarti “kue tahun” dalam bahasa Mandarin. Di banyak wilayah, pengucapan nian gao mirip dengan istilah yang berarti tahun semakin tinggi, sehingga makna kue ini berkembang menjadi simbol harapan akan kemajuan, peningkatan rezeki, dan keberuntungan.

Selain itu, tekstur lengketnya dilihat sebagai metafora ikatan antar anggota keluarga yang kuat dan erat, menegaskan arti kebersamaan dan solidaritas dalam kebudayaan Tionghoa.

Lebih dari sekadar hidangan, kue keranjang juga menjadi bagian dari tradisi yang melibatkan keluarga dan komunitas. Di sejumlah rumah, kue ini ditempatkan di altar atau meja sembahyang sebagai persembahan kepada leluhur dan dewa-dewa, sebagai bentuk rasa syukur serta harapan akan berkat yang berlimpah.

Karena itulah menjelang Imlek, penjualan kue manis ini meningkat pesat dan menjadi pemandangan umum di pasar dan toko-toko di kawasan komunitas Tionghoa di Indonesia.

Sifat kue keranjang yang mampu bertahan lama tanpa mudah rusak juga dipandang sebagai simbol hubungan yang langgeng dan keberkahan yang terus berlangsung. Rasa manisnya pun mencerminkan keinginan agar kehidupan di tahun baru dipenuhi dengan kebahagiaan dan kegembiraan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist