BRANDA.CO.ID – Baru‑baru ini, sebuah konsep souvenir pernikahan yang out of the box menjadi perbincangan di media sosial, setelah unggahan akun Instagram @bunimanten berhasil viral dan menarik perhatian netizen.
Konsep souvenir pernikahan yang dinamakan Kalcer ini, mengusung pengalaman yang jauh lebih fungsional dan berkesan bagi tamu undangan dibandingkan gantungan kunci, gelas, atau barang dekorasi lainnya yang sering kali berakhir terlupakan.
Alih‑alih memberikan souvenir pernikahan biasa, pasangan pengantin penyelenggara acara Putra dan Elsy yang menikah pada 15 Februari 2026, memilih menyediakan rak kayu estetik menyerupai “pasar tumpah” mini yang dipenuhi dengan sayuran segar.
Di rak tersebut, para tamu undangan bebas memilih deretan bahan pangan seperti wortel, timun, selada, terong, tomat, hingga dedaunan hijau yang masih segar untuk dibawa pulang. Konsep ini tidak hanya menarik secara visual tetapi juga menunjukkan sisi praktis dan bermanfaat yang bisa langsung dinikmati di rumah masing‑masing tamu.
Pasangan pengantin dan tim Bunimanten, penyelenggara acara dari Tangerang Selatan, menjelaskan bahwa ide ini lahir dari keinginan untuk mendobrak stigma bahwa souvenir harus berupa barang mati atau sekadar pajangan.
Mereka ingin tamu undangan membawa pulang sesuatu yang tidak hanya berkesan tetapi juga berguna, sehingga souvenir yang disediakan berupa bahan makanan segar ini bisa diolah menjadi hidangan sehat di dapur.
Bahkan untuk memastikan kualitas bahan, sayur hidroponik yang tersedia ditanam langsung oleh tim penyelenggara sendiri. Tentu saja tantangan dalam menyediakan sayur segar sebagai souvenir berbeda dengan barang biasa.
Tim Bunimantenharus melakukan penyortiran bahan secara ketat di pagi hari pada hari acara dan bekerja sama dengan vendor sayur organik lokal. Selain itu, tim styling juga disiapkan untuk menata rak agar tetap terlihat penuh dan menarik sepanjang acara, sehingga suasana tetap Instagrammable dan nyaman bagi para tamu yang mengambil souvenir.
Konsep Kalcer Wedding yang unik ini kemudian mendapatkan respons positif dari warganet, dan dianggap sebagai langkah kreatif dalam budaya berbagi pada acara pernikahan modern.
Banyak yang memuji ide tersebut sebagai tren baru yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga penuh makna karena tamu undangan bisa pulang membawa sesuatu yang benar‑benar bermanfaat.

