BRANDA.CO.ID – Putri Akbar Tanjung, Karmia Krissanty Tanjung, dikabarkan meninggal dunia pada Rabu, 11 Maret 2026. Kepergiannya membuat banyak orang mencari tahu lebih jauh mengenai sosoknya, termasuk perjalanan hidup dan karier yang pernah ia jalani.
Kabar wafatnya Putri Akbar Tanjung disampaikan langsung oleh pihak keluarga melalui unggahan media sosial. Dalam pengumuman tersebut disebutkan bahwa Karmia Krissanty Tanjung meninggal dunia pada pagi hari sekitar pukul 08.58 WIB.
Pihak keluarga juga menyampaikan permohonan doa serta maaf atas segala kesalahan almarhumah semasa hidupnya. Pemakaman Putri Akbar Tanjung dilaksanakan di TPU Tanah Kusir.
“Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Allahummaghfirlaha warhamha wa ‘aafihi wa’fu ‘anha. Telah meninggal dunia anak/istri/kakak/adik kami Karmia Krissanty Tandjung Nasution binti Akbar Tandjung,” tulis ucapan duka itu.
Karmia Krissanty dikenal sebagai salah satu anak dari Akbar Tanjung, tokoh politik nasional yang pernah menjabat sebagai Ketua DPR RI periode 1999–2004. Meski berasal dari keluarga yang memiliki pengaruh besar di dunia politik, ia tidak memilih jalur yang sama dengan sang ayah.
Dalam perjalanan pendidikannya, Karmia menempuh studi di University of Oregon, Amerika Serikat, dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 2008. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia mulai meniti karier di industri finansial dan pernah bekerja di sejumlah perusahaan investasi serta lembaga keuangan.
Karier profesionalnya mencakup pengalaman bekerja di berbagai perusahaan finansial ternama, seperti Helios Capital, Mandiri Sekuritas, Deutsche Bank Indonesia, Deutsche Sekuritas Indonesia, hingga Marison Nauli Ventura. Pengalaman tersebut membuat Karmia dikenal sebagai sosok profesional yang berkarier serius di bidang keuangan.
Dalam kehidupan pribadi, Karmia Krissanty menikah dengan Akbar Nasution, seorang atlet renang nasional. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang anak. Melalui media sosialnya, Karmia kerap membagikan momen kebersamaan dengan keluarga yang menunjukkan sisi kehidupannya sebagai seorang ibu dan istri.
Namun perjalanan hidup Karmia tidak selalu mudah. Ia diketahui sempat berjuang melawan penyakit kanker payudara yang dideritanya. Penyakit tersebut didiagnosis setelah ia melahirkan anak keduanya.
Meski menghadapi kondisi kesehatan yang berat, Karmia tetap menunjukkan semangat dan menjadikan keluarga sebagai sumber kekuatan dalam menjalani masa pengobatan.
Kepergian Karmia Krissanty Tanjung meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta banyak pihak yang mengenalnya. Sosoknya dikenang sebagai pribadi yang kuat, rendah hati, dan berdedikasi dalam menjalani kehidupan profesional maupun keluarga.
Selain menjadi putri dari tokoh politik nasional, Karmia juga dikenang sebagai perempuan yang memilih membangun karier secara mandiri di dunia profesional. Kisah hidupnya menjadi pengingat bahwa di balik keluarga besar tokoh publik, terdapat sosok-sosok yang menjalani kehidupan dengan jalan mereka sendiri.

