BRANDA.CO.ID – Sejumlah tokoh senior atau sesepuh ojek online (ojol) di Kota Sukabumi mendatangi pengurus Karang Taruna RW 08 di Gang Nugraha, RW 01, Kelurahan Cikole, Kamis (12/3/2026).
Pertemuan tersebut dilakukan untuk meluruskan informasi yang sempat beredar di media sosial terkait dugaan pungutan parkir terhadap driver ojol.
Silaturahmi yang berlangsung secara terbuka itu bertujuan meredam kesalahpahaman setelah muncul keluhan dari salah seorang driver ojol yang mengaku diminta membayar tarif parkir sebesar Rp3.000 saat mengambil pesanan makanan di salah satu restoran di dalam Gang Nugraha.
Informasi tersebut kemudian menyebar di kalangan driver ojol melalui media sosial dan memicu perbincangan.
Sejumlah driver menyampaikan keberatan jika harus membayar biaya parkir ketika hanya melakukan pengambilan pesanan atau pick up order.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Karang Taruna setempat, Iki, memberikan penjelasan langsung kepada perwakilan driver ojol yang hadir. Ia menegaskan, pihaknya tidak pernah menetapkan tarif parkir wajib bagi driver ojol.
Menurutnya, kontribusi yang diberikan pengendara bersifat sukarela atau seikhlasnya, tanpa unsur paksaan dari pihak Karang Taruna.
“Pungutan tersebut sifatnya seikhlasnya saja, tidak ada paksaan. Hal ini dilakukan murni untuk membantu menjaga keamanan kendaraan dari potensi tindak kejahatan serta menjaga ketertiban lingkungan agar tidak semrawut,” ujar Iki.
Ia juga memastikan bahwa driver ojol yang hanya melakukan pengambilan pesanan tidak dikenakan biaya parkir.
Sementara itu, salah satu perwakilan sesepuh ojol Sukabumi, Hendra, mengatakan pertemuan tersebut dilakukan sebagai langkah klarifikasi agar persoalan tidak berkembang menjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kami datang untuk meluruskan informasi yang sempat beredar di media sosial. Harapannya, komunikasi antara driver ojol dan warga bisa tetap baik,” kata Hendra.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif di Kota Sukabumi, terutama saat masyarakat tengah menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.
“Kami ingin menjaga stabilitas dan kondusivitas Kota Sukabumi agar tetap aman, nyaman, dan tenteram, khususnya di bulan Ramadan ini,” pungkasnya. (Her)

