Menelusuri 5 Tempat Ziarah Terbaik di Cianjur yang Tidak Boleh Dilewatkan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Cianjur tidak hanya terkenal dengan keindahan alam dan kulinernya, tetapi juga memiliki banyak tempat ziarah yang sarat dengan nilai sejarah dan religius.

Setiap tempat ziarah Cianjur menawarkan pengalaman spiritual yang berbeda, mulai dari makam para ulama hingga situs sejarah yang menjadi saksi perjalanan penyebaran Islam di tanah Sunda.

Salah satu tempat ziarah Cianjur yang paling dikenal adalah makam Mama Gentur di Kampung Gentur, Kecamatan Warungkondang. Tempat ini dipenuhi oleh peziarah dari seluruh Nusantara, terutama ketika acara haul dilaksanakan setiap tahunnya.

Mama Gentur merujuk pada Pangersa Mama Ahmad Satibi Al Jawi Asy‑Syafi’i, seorang ulama yang dihormati dan menjadi figur penting dalam spiritual masyarakat setempat.

Tidak jauh dari sana, di Kecamatan Sukanegara, terdapat makam Syekh Musa, yang sebenarnya bernama KH Ahmad Basyari dan merupakan putra dari ulama besar Saseh Nawawi Jombang serta dipercaya sebagai guru spiritual Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Tempat ini menyuguhkan tidak hanya nilai spiritual tetapi juga sejarah melalui rumah sejarah yang memuat koleksi barang peninggalan Soekarno, sehingga menggabungkan ziarah religius dengan pembelajaran sejarah.

Keberadaan makam Dalem Cikundul di Kampung Cikundul menjadi bagian penting dari warisan sejarah Cianjur. Tokoh yang dimakamkan di sini yaitu Pangeran Jayalalana atau Raden Arya Wiratanu I, yang merupakan salah satu pendiri Cianjur sekaligus utusan Sunan Gunung Jati dalam menyebarkan ajaran Islam di wilayah ini.

Sosok beliau sangat dihormati, dan makamnya sering menjadi tujuan utama peziarah yang ingin merenungkan jasa pendiri daerah sekaligus memperdalam hubungan spiritual.

Di puncak Gunung Jati, Kampung Jebrod, Kecamatan Cilaku, terdapat makam Gunung Jati Jebrod, lokasi yang menawarkan pengalaman ziarah dengan nuansa lebih khusyuk karena letaknya yang tinggi dan udara yang sejuk.

Di sana dimakamkan anak dari Mbah Dalem Cikundul, yang dikenal sebagai waliyullah dan dihormati oleh masyarakat sekitar. Keindahan alam sekitar menjadi daya tarik tambahan yang menemani perjalanan ziarah.

Tempat ziarah lain yang tak kalah menarik adalah makam Eyang Hakekat Nur Islam di Kampung Baduga, Kecamatan Mande. Untuk mencapai lokasi ini dibutuhkan menuruni lebih dari 300 anak tangga yang membelah area persawahan dan perbukitan yang hijau, menciptakan perjalanan yang bukan hanya fisik tetapi juga reflektif secara batin.

Di sini terdapat tiga makam tokoh yang dikenal memiliki karomah tinggi, yakni Eyang Hakekat, Eyang Syariat, dan Eyang Panggung, yang masing‑masing memiliki peran penting dalam sejarah penyebaran ajaran Islam di wilayah setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist