BRANDA.CO.ID – Yohana Djuanda menjadi sosok yang menarik perhatian publik, setelah membagikan kisahnya sebagai sopir bus sekolah di Amerika Serikat. Berasal dari Indonesia, Yohana sudah enam tahun menjalani pekerjaan ini di negara bagian Virginia.
Awalnya, Yohana Djuanda mengaku sempat merasa gugup saat pertama kali mengendarai bus sekolah besar, dengan puluhan tombol pengoperasian yang harus dipahami.
Berbeda dengan mobil biasa yang pernah Yohana Djuanda latih, bus sekolah yang luas dan tinggi itu memerlukan keterampilan khusus yang ia pelajari melalui pelatihan intensif selama dua minggu, agar bisa mendapatkan izin mengemudi serta SIM yang sesuai aturan di Amerika.
Namun dari hari ke hari, rasa takut itu berubah menjadi percaya diri seiring bertambahnya pengalaman. Sebagai sopir bus sekolah, Yohana tidak hanya fokus pada mengemudi, tetapi juga menjaga keselamatan dan kenyamanan para murid yang ia antar-jemput setiap hari.
Bus sekolah yang ia kendarai dilengkapi dengan perangkat keamanan seperti radio komunikasi, dan beberapa kamera pengawas untuk memudahkan pengawasan dalam kabin.
Ia selalu mengingatkan bahwa pekerjaan ini bukan sekadar tugas menyetir, tetapi juga tanggung jawab besar atas keselamatan anak-anak.
Yang menarik dari kisah Yohana adalah bagaimana penampilannya yang berhijab sering menjadi sorotan anak-anak yang ia antar. Di Amerika, keberadaan sopir bus perempuan berhijab masih langka, sehingga beberapa murid sering bertanya tentang hijab yang dikenakannya dan budaya di baliknya.
Reaksi yang muncul dari anak-anak itu justru penuh rasa ingin tahu dan kekaguman, seperti mengomentari warna dan motif hijabnya dengan rasa penasaran yang tulus tanpa sikap yang negatif.
Selain menjalani rutinitas antar-jemput sekolah, Yohana juga sempat ikut terlibat dalam kegiatan sosial seperti membantu mengantarkan makan siang, kepada siswa yang tidak bisa datang langsung ke sekolah saat pandemi COVID-19.
Pengalaman Yohana menjadi contoh nyata, bagaimana wanita Indonesia mampu menembus stereotip pekerjaan tertentu di luar negeri, dan menunjukkan bahwa profesi apa pun bisa dijalani dengan semangat, keterampilan, dan tanggung jawab, termasuk sebagai sopir bus sekolah di Amerika.

