Daftar Game Populer yang Diblokir Sementara di Steam Menurut IGRS

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

 

BRANDA.CO.ID – Semakin ketatnya regulasi konten digital di Indonesia pada tahun 2026, membuat sistem klasifikasi Indonesia Game Rating System (IGRS) menjadi persyaratan wajib, bagi setiap judul video game yang ingin dipasarkan secara resmi di platform besar seperti Steam.

Tidak berbeda dengan sistem rating internasional seperti ESRB di Amerika Serikat atau PEGI di Eropa, tujuan IGRS adalah untuk memberi label usia yang sesuai dan memastikan konten yang tersedia di pasaran cocok dengan norma sosial, budaya, dan hukum yang berlaku di Indonesia.

Namun, sejak penerapan aturan baru ini, sejumlah game populer yang sebelumnya sangat digemari justru dinyatakan Not Fit for Distribution oleh IGRS, karena berbagai alasan mulai dari kekerasan ekstrem hingga konten sensitif yang dianggap melampaui batas toleransi klasifikasi lokal.

Salah satu contoh paling mencolok adalah Grand Theft Auto V (GTA V), franchise legendaris dari Rockstar Games yang sudah menjadi ikon game open‑world aksi petualangan.

Meskipun terkenal secara global dan memiliki basis pemain yang sangat besar, konten dalam GTA V berupa kekerasan sadis, penggunaan obat terlarang secara visual, adegan seksual eksplisit, serta fitur kasino di mode online dianggap berpotensi melanggar regulasi distribusi di Indonesia.

Begitu pula dengan Cyberpunk 2077, RPG aksi dystopian yang dibangun di atas narasi futuristik penuh konflik dan tema dewasa, yang hingga kini juga berstatus belum lolos klasifikasi IGRS.

Fitur kustomisasi karakter yang mencakup representasi tubuh secara detail dan adegan dewasa di dalamnya menjadi faktor utama yang membuat regulator menahan kelayakan distribusinya di Steam Indonesia.

Selain dua judul blockbuster tersebut, sejumlah game lain juga masuk dalam daftar Not Fit for Distribution IGRS karena berbagai alasan.

Metaphor: ReFantazio, misalnya, sebuah RPG fantasi dengan plot politik kompleks yang menyinggung aspek naratif sensitif, masih dalam proses evaluasi karena regulator memerlukan peninjauan lebih mendalam terkait tema‑temanya.

Persona 5 Royal, yang dikenal dengan gaya visual stylish dan cerita tentang remaja yang berhadapan dengan isu sosial berat, juga mengalami hal serupa karena ada elemen cerita yang dinilai perlu dikaji ulang agar sesuai dengan standar lokal.

Game seperti Clair Obscur: Expedition 33 dan Rust juga berada di daftar karena adanya konten kekerasan, bahasa keras, atau visual grafis yang intens.

Khusus Rust, elemen ketelanjangan total pada karakter serta pertempuran brutal antarpemain dianggap masuk dalam kategori yang menuntut penyesuaian untuk distribusi di wilayah Indonesia.

Tak kalah menarik, The Witcher 3: Wild Hunt, yang merupakan RPG fantasi terkenal dengan narasi moral abu‑abu dan dunia terbuka penuh petualangan, juga belum mendapatkan klasifikasi distribusi di Indonesia karena adegan dewasa yang digambarkan secara eksplisit sepanjang cerita.

Sementara itu, Ready or Not, game simulasi taktis yang menampilkan aksi penanganan krisis dan konfrontasi bersenjata, dianggap memiliki konten kekerasan tinggi dan adegan sensitif yang belum disetujui untuk diedarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist