Viral Vidio Siswi MI Terluka Saat Pembagian MBG, Sekolah Pastikan Penanganan Cepat dan Lakukan Evaluasi

Seorang siswi MI Cirumput diduga mengalami luka pada bagian jari tangan saat kegiatan pembagian makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Ilustrasi by AI)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Sebuah video berdurasi 30 detik yang memperlihatkan seorang siswi MI Cirumput mengalami luka pada bagian jari tangan, beredar luas di media sosial dan menjadi perhatian publik.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Senin (6/3/2026) pagi, saat kegiatan pembagian makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah yang berlokasi di Desa Salaawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

Kepala MI Cirumput, M. Ruslan Fahrul, memastikan bahwa pihak sekolah telah bergerak cepat melakukan penanganan medis terhadap siswi yang bersangkutan sesaat setelah kejadian terjadi.

“Kami langsung menerima laporan dan segera melakukan penanganan terhadap siswa. Video yang beredar awalnya merupakan dokumentasi internal untuk pelaporan kepada pihak dapur, mengingat luka pada jari cukup mengeluarkan darah,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan, kejadian berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB. Pihak sekolah juga mengakui bahwa sebelumnya sempat terjadi beberapa insiden ringan serupa, namun telah ditangani secara internal.

Meski demikian, Ruslan menegaskan bahwa seluruh informasi terkait peristiwa ini masih dalam tahap klarifikasi dan evaluasi bersama, termasuk dengan pihak penyedia makanan, guna memastikan penyebab pasti kejadian.

“Kami berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, pihak sekolah juga mengakui sempat terjadi kesalahpahaman komunikasi dengan orang tua siswa di awal kejadian, yang dipicu keterbatasan informasi.

“Kami memahami reaksi orang tua dan telah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Pada prinsipnya, tidak ada pihak yang menginginkan hal ini,” tambahnya.

Sementara itu, orang tua siswi, Ujang Roji, menyebut kejadian tersebut sebagai musibah yang tidak diharapkan.

“Sebagai orang tua tentu kami sempat terkejut. Namun setelah ada penjelasan dan komunikasi, kami bisa memahami situasinya,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi respons cepat pihak sekolah serta tim penyedia makanan yang datang langsung memberikan penjelasan. Pihak keluarga pun memilih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Di sisi lain, Kepala SPPG Pasirhalang 2, Faisal Septian, menyatakan bahwa pihaknya segera merespons setelah menerima laporan dari sekolah.

“Kami langsung menyampaikan permohonan maaf dan menawarkan bantuan. Saat itu juga diinformasikan bahwa penanganan medis sudah dilakukan,” katanya.

Faisal menambahkan, pihaknya masih melakukan penelusuran terkait kronologi kejadian serta klarifikasi atas informasi yang beredar di masyarakat. Ia juga menyebut belum menerima laporan sebelumnya terkait keluhan serupa.

“Setiap kejadian akan menjadi bahan evaluasi penting bagi peningkatan layanan,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihak SPPG berkomitmen memperketat proses pengecekan kelayakan wadah makanan sebelum didistribusikan.

“Kami akan meningkatkan pengawasan agar seluruh perlengkapan yang digunakan benar-benar aman bagi siswa. Ini menjadi perhatian serius bagi kami,” tandasnya. (Her)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist