Investasi PMDN Kota Sukabumi Triwulan I 2026 Capai Rp585 Miliar, Tumbuh Signifikan

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Sukabumi, Andri Firmansyah. (Foto: BRANDA.co.id)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

ANDA.CO.ID — Laju pertumbuhan investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Kota Sukabumi menunjukkan tren positif. Pada triwulan I 2026, total nilai investasi yang masuk tercatat sebesar Rp585.643.895.111, dari target tahunan sebesar Rp1.265.757.676.669.

Berdasarkan data yang dihimpun, kontribusi terbesar berasal dari beberapa sektor utama. Di antaranya, industri produk makanan sebesar 11,4 persen, perdagangan eceran berbagai macam barang—terutama makanan, minuman, atau tembakau—di luar minimarket, supermarket, dan hypermarket (tradisional) sebesar 10,9 persen, serta perdagangan eceran makanan lainnya sebesar 4,9 persen.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Sukabumi, Andri Firmansyah, menyampaikan bahwa pertumbuhan investasi pada triwulan I tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, laju pertumbuhan investasi PMDN pada triwulan I tahun ini cenderung meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025 sebesar 23,75 persen, sedangkan pada 2026 sudah mencapai 46,27 persen,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Andri menjelaskan, investasi merupakan kegiatan penanaman modal dalam bentuk aset tertentu dengan tujuan meningkatkan nilai aset tersebut dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya mempromosikan berbagai potensi dan keunggulan Kota Sukabumi sebagai daerah tujuan investasi.

“Kami terus mendorong promosi potensi daerah serta memberikan kemudahan layanan, sejalan dengan arahan dan kebijakan pemerintah pusat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga aktif meyakinkan investor bahwa Indonesia, termasuk Kota Sukabumi, merupakan destinasi investasi yang menarik. Salah satunya melalui pendampingan dalam proses perizinan.

Selain itu, sistem pelayanan perizinan dan penanaman modal saat ini telah didukung oleh aplikasi Online Single Submission (OSS) yang terintegrasi secara nasional. Aplikasi ini memudahkan pelaku usaha dalam mengurus perizinan secara cepat dan efisien.

“Aplikasi OSS dapat diakses kapan saja dan dari mana saja. Sejauh ini berjalan lancar dan sangat membantu para pelaku usaha,” pungkasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist