BRANDA.CO.ID – Nama Liana Saputri mendadak menjadi perbincangan hangat di kalangan publik. Putri sulung dari pengusaha batu bara terkemuka, Haji Isam, baru-baru ini membeli saham KFC, dengan nilai yang fantastis mencapai Rp54,44 miliar.
Pembelian saham KFC oleh Liana Saputri dilakukan melalui entitas bisnisnya, PT Shankara Fortuna Nusantara (SFN). Di perusahaan ini, Liana memegang kendali signifikan dengan kepemilikan saham sebesar 45%.
Transaksi besar Liana Saputri ini melibatkan PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), yang merupakan pengelola jaringan restoran KFC di Indonesia. FAST diketahui melepas 15% saham anak usahanya, PT Jagonya Ayam Indonesia (JAI), kepada PT SFN.
Tujuan utama dari transaksi ini, menurut keterangan resmi, adalah untuk memperkuat struktur permodalan JAI. Dengan suntikan dana segar, JAI diharapkan dapat lebih leluasa mengembangkan bisnisnya.
Selain itu, langkah ini juga membuka lebar peluang kerja sama strategis, khususnya dalam meningkatkan efisiensi rantai pasok ayam, yang merupakan bahan baku utama KFC.
Liana sendiri adalah putri dari Syamsudin Andi Arsyad, atau yang lebih dikenal dengan nama Haji Isam. Haji Isam merupakan seorang konglomerat asal Kalimantan Selatan yang dikenal luas sebagai “Raja Batu Bara.”
Imperium bisnis Haji Isam membentang dari pertambangan, perkebunan kelapa sawit, hingga transportasi. Tidak mengherankan jika kekayaan keluarga ini diperkirakan mencapai triliunan rupiah.
Lahir dan besar di lingkungan keluarga pengusaha sukses tentu memberikan Liana pemahaman mendalam tentang dunia bisnis sejak dini.
Darah pengusaha yang mengalir dalam dirinya terlihat jelas dari langkah-langkah strategis yang ia ambil, termasuk akuisisi saham KFC ini.
Selain sebagai pengendali PT Shankara Fortuna Nusantara, Liana dikenal memiliki berbagai minat dan profesi lain. Salah satu profesi yang cukup populer di kalangan publik adalah sebagai pebalap.
Liana sering terlihat aktif di berbagai ajang balap mobil, menunjukkan sisi lain dari dirinya yang tangguh dan penuh adrenalin. Hal ini menambah daya tarik sosoknya yang tidak hanya cerdas dalam bisnis tetapi juga berprestasi di bidang non-akademik.

