MUI Kota Sukabumi Soroti Konten Tidak Pantas di Media Sosial, Orang Tua Diminta Perketat Pengawasan Anak

Ketua MUI Kota Sukabumi, KH Ahmad Nawawi Sadili. (Foto: branda.co.id)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, KH Ahmad Nawawi Sadili, menyoroti maraknya konten tidak pantas yang beredar di media sosial.

Kondisi ini dinilai berpotensi berdampak negatif, terutama bagi anak-anak yang kini semakin mudah mengakses informasi melalui perangkat digital.

Ia mengatakan, selain konten yang tidak sesuai dengan norma, terdapat pula tayangan yang tidak mendidik dan mudah diakses oleh berbagai kalangan usia.

“Berbagai konten yang tidak sesuai dengan nilai dan norma saat ini mudah ditemukan di media sosial. Termasuk konten yang kurang mendidik,” ujarnya usai menghadiri kegiatan halal bihalal di Gedung Puski, Kota Sukabumi, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam mendampingi serta mengawasi aktivitas anak saat menggunakan gawai, terlebih anak usia sekolah dasar yang sudah memiliki akses internet.

Ia menekankan, penguatan nilai agama dan karakter sejak dini menjadi salah satu langkah penting dalam melindungi anak dari pengaruh negatif di ruang digital.

“Kami mengimbau agar orang tua dapat membimbing anak sejak dini, termasuk dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan moral di tengah keterbukaan informasi saat ini,” tegasnya.

Sebagai langkah lanjutan, MUI Kota Sukabumi melalui Komisi Pendidikan dan Fatwa tengah menyiapkan sejumlah rumusan program edukatif. Selain itu, Komisi Dakwah juga direncanakan akan melakukan kegiatan pembinaan ke sekolah-sekolah.

MUI juga akan berkolaborasi dengan berbagai organisasi masyarakat seperti NU, Muhammadiyah, dan Persis, serta memperkuat koordinasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Ke depan, kami juga akan berkoordinasi dengan Diskominfo dan pihak terkait lainnya, termasuk yang memiliki fokus pada perlindungan anak,” tambahnya.

Ia memastikan, kegiatan keagamaan seperti pengajian di tingkat kelurahan dan kecamatan tetap berjalan sebagai bagian dari upaya pembinaan generasi muda.

“Pengajian tetap dilaksanakan sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun karakter generasi muda,” pungkasnya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist