BRANDA.CO.ID – PT Taspen (Persero) kembali mengingatkan masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) dan para pensiunan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan perusahaan ini.
Sebagai BUMN yang mengelola program jaminan sosial bagi ASN dan pejabat negara, termasuk pembayaran pensiun, Taspen menegaskan bahwa oknum tidak bertanggung jawab kerap menyasar peserta yang rentan, terutama lansia yang kurang familiar dengan layanan digital.
Berdasarkan laporan yang diterima perusahaan Taspen, penipuan dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi, seperti WhatsApp, telepon, email, hingga kunjungan langsung ke rumah pensiunan.
Beberapa modus yang sering digunakan antara lain:
– Permintaan verifikasi atau pembaruan data melalui tautan mencurigakan
– Pihak yang mengaku petugas melalui WhatsApp dan meminta data pribadi
– Iming-iming kenaikan gaji pensiun, bonus, atau pembagian dividen
– Penipuan dengan kedok uang pengganti yang dilakukan langsung di rumah
– Permintaan transfer dana dengan dalih pengurusan layanan Taspen
Taspen menegaskan bahwa tautan yang dikirim pelaku dapat berbahaya karena berpotensi mengakses perangkat korban dan mencuri data maupun dana di rekening.
Perusahaan juga menegaskan, bahwa seluruh layanan resmi tidak pernah meminta biaya dalam bentuk apapun kepada peserta. Jika ada pihak yang meminta transfer dengan janji pengembalian dana atau keuntungan tertentu, maka hal tersebut dipastikan merupakan penipuan.
Taspen mengimbau seluruh peserta untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang mengatasnamakan perusahaan, terutama yang meminta data pribadi seperti:
– KTP
– Kartu Keluarga (KK)
– Kode OTP
– Data rekening bank
Masyarakat juga diminta selalu melakukan verifikasi sebelum mempercayai informasi mencurigakan melalui kanal resmi Taspen.

