Bawaslu Kota Sukabumi Cetak Kader Pengawas Partisipatif, Perkuat Pengawasan Demokrasi dari Akar Rumput

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Sukabumi menggelar Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di Villa Cantik, Kota Sukabumi, Selasa (9/6/2026). Foto: Ist
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Menjaga kualitas demokrasi tidak hanya menjadi tugas penyelenggara pemilu. Peran aktif masyarakat juga menjadi kunci penting dalam mengawal setiap tahapan pemilu agar berjalan jujur, adil, dan berintegritas.

Berangkat dari semangat tersebut, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Sukabumi menggelar Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di Villa Cantik, Kota Sukabumi, Selasa (9/6/2026).

“Program yang merupakan agenda nasional Bawaslu ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam melakukan pengawasan partisipatif sekaligus membangun budaya demokrasi yang sehat dan bertanggung jawab,” jelas Ketua Bawaslu Kota Sukabumi, Yasti Yustia Asih.

Sebanyak 40 peserta dari berbagai unsur masyarakat mengikuti kegiatan tersebut, mulai dari mahasiswa, pemuda, komunitas sosial, organisasi kemasyarakatan hingga pegiat demokrasi.

Yasti menegaskan, demokrasi yang sehat membutuhkan masyarakat yang peduli dan berani terlibat.

Pendidikan Pengawas Partisipatif hadir untuk membangun kesadaran kolektif bahwa pengawasan pemilu merupakan tanggung jawab bersama.

“Kami berharap peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadi agen demokrasi yang mampu mengedukasi masyarakat di lingkungannya masing-masing,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai sistem kepemiluan, pengawasan partisipatif, pencegahan pelanggaran pemilu, serta pentingnya menjaga integritas demokrasi di lingkungan masing-masing.

“Pengawasan pemilu tidak dapat dilakukan oleh penyelenggara semata. Kolaborasi antara penyelenggara dan masyarakat menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh proses demokrasi berlangsung secara transparan dan sesuai aturan,” imbuhnya.

Selain memperkuat pengawasan, Pendidikan Pengawas Partisipatif juga menjadi sarana peningkatan literasi demokrasi dan kepemiluan, khususnya bagi generasi muda.

Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga dibekali keterampilan praktis dalam melakukan pencegahan pelanggaran, mengawasi tahapan pemilu, hingga memahami mekanisme pelaporan dugaan pelanggaran sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Melalui program ini, Bawaslu Kota Sukabumi berharap dapat membangun jaringan pengawasan yang lebih luas dan berkelanjutan di tengah masyarakat,” terang Yasti.

Kehadiran kader-kader pengawas partisipatif diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat, mendorong partisipasi publik, serta menjaga kualitas demokrasi menuju pemilu dan pemilihan yang semakin berintegritas.

“Bawaslu Kota Sukabumi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berkolaborasi dalam mengawal jalannya demokrasi, “pungkasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist