Caesar Archangels, Anak Buruh Tani yang Berhasil Kalahkan 7.000 Peserta Kompetisi Matematika Dunia

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Nama seorang siswa SD asal NTT kembali viral di media sosial, setelah berhasil menorehkan prestasi luar biasa di tingkat dunia. Bocah  tersebut bernama Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay, yang akrab disapa Nono.

Menariknya, Caesar Archangels sukses menjadi juara pertama dalam kompetisi matematika internasional, dan mengalahkan sekitar 7.000 peserta dari berbagai negara.

Caesar Archangels diketahui menjuarai International Abacus World Competition, sebuah ajang kompetisi matematika dan sempoa tingkat internasional yang diikuti peserta dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Qatar.

Dalam kompetisi tersebut, ia berhasil menunjukkan kemampuan berhitung cepat dengan tingkat ketepatan tinggi, hingga mampu mengungguli ribuan peserta lainnya.

Salah satu fakta yang membuat prestasi ini semakin mencuri perhatian adalah jumlah peserta yang sangat besar, yaitu sekitar 7.000 orang dari berbagai negara di dunia.

Bahkan, dalam beberapa laporan disebutkan bahwa peserta dari negara maju seperti Amerika Serikat dan Qatar turut menjadi pesaing dalam kompetisi tersebut.

Sebagai perbandingan, juara kedua yang diraih oleh peserta asal Qatar hanya mampu menyelesaikan setengah dari pencapaian Nono, yaitu sebanyak 75.020 soal.

Nono sendiri berasal dari keluarga sederhana di NTT. Ayahnya bekerja sebagai buruh tani, sementara ibunya berprofesi sebagai guru. Kondisi tersebut tidak menghalangi semangat belajar dan kemampuan akademik yang dimilikinya.

Kemampuannya dalam matematika, terutama berhitung cepat, membuatnya mampu bersaing di tingkat internasional sejak usia dini.

Kompetisi yang dimenangkan Nono adalah ajang matematika berbasis sempoa, dan latihan otak yang diselenggarakan secara internasional. Dalam ajang tersebut, peserta diuji kemampuan berhitung cepat dan ketepatan dalam menyelesaikan soal dalam jumlah besar.

Kisah Nono menjadi inspirasi banyak orang karena menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi dan geografis bukan penghalang untuk berprestasi di tingkat dunia. Dukungan keluarga dan semangat belajar menjadi kunci utama keberhasilannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist