Segera Daftar! Disnaker Sukabumi Akan Buka Pelatihan Menjahit hingga Barista

Kepala Disnaker Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat. (Foto: branda.co.id)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi kembali membuka peluang bagi generasi muda untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membangun kemandirian ekonomi.

Tahun ini, Disnaker menyiapkan empat jenis pelatihan kerja yang ditujukan bagi warga Kota Sukabumi usia produktif.

Program tersebut meliputi pelatihan menjahit, barista, public speaking, dan pengelasan.

“Masing-masing pelatihan akan diikuti oleh 25 peserta, sehingga total sebanyak 100 orang akan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kompetensinya,” kata Kepala Disnaker Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, Jumat (12/6/2026).

Punjul mengatakan, pelatihan akan dilaksanakan secara bertahap. Untuk tahap awal, pelatihan menjahit dan barista dijadwalkan berlangsung pada bulan ini.

“Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan durasi masing-masing selama empat hari,” ujarnya.

Punjul menjelaskan, peserta yang ingin mengikuti pelatihan harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya berusia 18 hingga 25 tahun, merupakan warga Kota Sukabumi, serta memiliki minat dan komitmen yang kuat untuk mengikuti pelatihan hingga selesai.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan kerja, tetapi juga mendorong lahirnya wirausaha-wirausaha baru yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

“Tujuan utama pelatihan ini agar peserta dapat membuka usaha secara mandiri. Jadi tenaga kerja itu tidak hanya bekerja pada sebuah institusi, tetapi juga bisa mengembangkan usaha sendiri dan pada akhirnya membuka lowongan kerja bagi orang lain,” katanya.

Ia mencontohkan, peserta yang mengikuti pelatihan menjahit diharapkan mampu mengembangkan usahanya setelah memiliki keterampilan yang memadai. Jika usaha tersebut berkembang, bukan tidak mungkin mereka dapat merekrut tenaga kerja baru.

“Misalnya dari usaha menjahit. Mudah-mudahan usahanya maju. Kalau sudah maju, tentu bisa merekrut orang lain untuk bekerja,” tambahnya.

Lebih lanjut, Disnaker juga akan mengenalkan berbagai program ketenagakerjaan yang dapat diakses peserta setelah pelatihan selesai.

Salah satunya adalah program Tenaga Kerja Mandiri dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Melalui program tersebut, masyarakat yang memenuhi persyaratan berkesempatan mendapatkan bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta per orang. Namun, pengajuan dilakukan secara mandiri melalui aplikasi Siap Kerja.

“Kami membuka informasi dan memberikan pemahaman kepada peserta bahwa ada program-program yang bisa mereka akses setelah memiliki keterampilan. Salah satunya program Tenaga Kerja Mandiri yang pendaftarannya melalui aplikasi Siap Kerja,” jelas Punjul.

Selama empat hari pelatihan, peserta akan mendapatkan kombinasi materi teori dan praktik. Namun, porsi praktik akan lebih banyak agar peserta benar-benar menguasai keterampilan yang diajarkan.

“Pelatihannya lebih banyak praktik. Harapannya setelah selesai, mereka memiliki kemampuan yang bisa langsung diterapkan,” ujarnya.

Selain memperoleh sertifikat, peserta juga akan dipetakan berdasarkan potensi dan kapasitas yang dimiliki. Langkah ini dilakukan untuk melihat peluang pengembangan usaha maupun karier mereka ke depan.

“Bukan hanya mendapatkan sertifikat, tetapi juga kami identifikasi mana peserta yang memiliki kapasitas untuk mengembangkan usaha di bidang yang mereka pelajari. Itu yang ingin kami dorong agar manfaat pelatihan ini benar-benar berkelanjutan,” pungkasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist