BRANDA.CO.ID – Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menyambut baik kehadiran Paguyuban Purna Tugas Dinas Kesehatan Kota Sukabumi.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Yanti Kurnianti, mewakili Kepala Dinkes Kota Sukabumi Ida Halimah, dalam acara pengukuhan Paguyuban Purna Tugas Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Rabu (17/6/2026).
Dalam sambutannya, Yanti menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pegawai yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun di sektor kesehatan.
Menurutnya, para pensiunan Dinkes memiliki peran besar dalam perjalanan pelayanan kesehatan masyarakat di Kota Sukabumi.
“Purna tugas bukan berarti purna karya. Masa pensiun bukanlah garis finis, melainkan babak baru. Pengalaman, ilmu, dan jejak pengabdian Bapak dan Ibu di dunia kesehatan tidak akan pernah pensiun,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, para pegawai yang kini memasuki masa pensiun telah melewati berbagai fase penting pelayanan kesehatan. Mulai dari era puskesmas keliling, program keluarga berencana, imunisasi polio, hingga menjadi garda terdepan saat pandemi COVID-19.
“Jasa Bapak dan Ibu tidak bisa diukur hanya dengan SK pensiun. Tangan Bapak dan Ibu telah menyentuh langsung denyut nadi kesehatan masyarakat Kota Sukabumi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Yanti berharap keberadaan paguyuban purna tugas dapat menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang berbagi pengalaman bagi generasi ASN yang masih aktif.
Ada tiga harapan besar dari dibentuknya paguyuban tersebut. Pertama, menjaga silaturahmi antarkeluarga besar Dinas Kesehatan meski sudah tidak lagi bertugas di kantor. Kedua, menjadi jembatan transfer ilmu dan pengalaman dari para senior kepada ASN muda di lingkungan Dinkes.
“Kami masih membutuhkan nasihat dan pengalaman dari para senior, termasuk cerita dalam menghadapi berbagai persoalan kesehatan di masa lalu,” ungkapnya.
Selain itu, ia berharap semangat pengabdian tetap terus berjalan meski telah memasuki masa pensiun. Para anggota paguyuban dinilai masih dapat berkontribusi di tengah masyarakat melalui edukasi kesehatan, pencegahan stunting, hingga mengajak warga rutin memeriksakan kesehatan.
“Pensiun dari kantor, tetapi tidak pensiun dari mengabdi. Pengabdian itu bisa terus dilakukan di lingkungan masyarakat dan menjadi amal jariyah,” katanya.***

