BRANDA.CO.ID – Plangon merupakan salah satu destinasi wisata sejarah dan religi yang berada di Desa Babakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.
Tempat ini dikenal luas sebagai kawasan wisata keramat yang memadukan nilai sejarah, suasana alam yang sejuk, serta keberadaan koloni monyet yang hidup bebas di sekitar area makam para tokoh bersejarah. Karena populasi monyet yang cukup banyak, masyarakat setempat bahkan menjuluki kawasan ini sebagai Kerajaan Monyet Plangon.
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, nama Plangon berasal dari istilah “Tegal Klangenan” yang berarti tempat atau bukit untuk menenangkan diri. Ada pula versi lain yang menyebutkan bahwa Plangon berasal dari kata “Pelangonan”, yang memiliki makna tempat beristirahat.
Makna tersebut selaras dengan kondisi kawasan Plangon yang berada di area perbukitan dan dikelilingi pepohonan rindang, sehingga cocok dijadikan tempat untuk mencari ketenangan.
Kisah Dua Pangeran di Bukit Plangon
Sejarah dan legenda Plangon tidak lepas dari kisah dua tokoh penting, yaitu Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan. Berdasarkan cerita yang dipercaya masyarakat setempat, sekitar 400 tahun lalu kedua pangeran tersebut mencari tempat yang tenang untuk menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan yang mereka hadapi.
Dalam pencarian itu, mereka menemukan sebuah bukit yang berada di sebelah barat Kota Cirebon. Saat mendaki bukit tersebut, keduanya dikisahkan bertemu dengan penjaga hutan bernama Pangeran Arya Jumeneng.
Kisah inilah yang kemudian menjadi bagian penting dari sejarah dan tradisi lisan yang berkembang di kawasan Plangon. Hingga kini, makam Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan masih menjadi tujuan ziarah bagi banyak pengunjung.
Misteri Kerajaan Monyet Plangon
Daya tarik utama Plangon adalah keberadaan ratusan monyet yang hidup di sekitar kawasan makam. Menurut kepercayaan masyarakat, jumlah monyet di lokasi tersebut sejak dahulu tidak pernah berubah, yaitu sekitar 99 ekor.
Angka ini kemudian dikaitkan dengan simbol Asmaul Husna, yaitu 99 nama baik Allah dalam ajaran Islam.
Meski belum dapat dibuktikan secara ilmiah, cerita tersebut menjadi bagian dari keunikan dan daya tarik wisata Plangon yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Daya Tarik Wisata Plangon
Selain nilai sejarah dan legenda yang melekat, Plangon menawarkan beberapa daya tarik, antara lain:
– Kawasan hutan yang asri dan sejuk.
– Wisata religi melalui makam Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan.
– Keberadaan koloni monyet yang menjadi ikon wisata.
– Nuansa budaya dan sejarah yang masih terjaga hingga saat ini.
Perpaduan antara wisata alam, sejarah, dan religi membuat Plangon menjadi salah satu destinasi yang unik di Kabupaten Cirebon.

