BRANDA.CO.ID – Masjid Agung Sukabumi bukan hanya menjadi salah satu ikon religi di Jawa Barat, tetapi juga menyimpan jejak sejarah panjang perjuangan bangsa.
Di balik kemegahan bangunannya saat ini, Masjid Agung Sukabumi tersebut pernah menjadi tempat berkumpul sekaligus lokasi latihan para pejuang yang berjuang melawan tentara Sekutu pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Hingga kini, Masjid Agung Sukabumi masih menjadi pusat kegiatan ibadah umat Islam sekaligus salah satu destinasi wisata religi yang banyak dikunjungi masyarakat maupun wisatawan.
Masjid Agung ini berdiri pada tahun 1935 di atas tanah wakaf milik KH Djuwaeni. Awalnya, bangunan tersebut hanya berupa sebuah musala sederhana yang digunakan masyarakat sekitar untuk beribadah.
Setelah KH Ahmad Djuwaeni menjabat sebagai penghulu Sukabumi, status masjid kemudian ditingkatkan menjadi Masjid Agung yang menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat Kota Sukabumi.
Salah satu fakta menarik dari Masjid di Sukabumi ini adalah perannya pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Berdasarkan catatan sejarah, dengan dukungan para ulama, masjid ini menjadi tempat berkumpul para pejuang untuk berlatih sekaligus menyusun strategi dalam menghadapi tentara Sekutu.
Keberadaan masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas masyarakat dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan di wilayah Sukabumi. Kisah inilah yang membuat Masjid Agung Sukabumi memiliki nilai sejarah yang tinggi.
Seiring berjalannya waktu, bentuk asli Masjid Agung mengalami berbagai perubahan. Bangunan yang awalnya sederhana dengan atap tumpang dan satu menara kini tampil lebih megah berkat beberapa kali renovasi.
Tercatat, masjid ini telah melalui enam tahap pemugaran, yakni pada tahun 1900, 1936, 1945, 1975, 2004, dan 2012. Renovasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas serta menyesuaikan desain bangunan dengan kebutuhan masyarakat tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.
Masjid di Sukabumi ini memiliki desain yang memadukan unsur arsitektur Timur Tengah dengan identitas budaya Sunda. Hal ini terlihat dari kubah besar bergaya Timur Tengah yang menjadi ciri utama bangunan.
Sementara itu, di puncak menara berdiri ornamen kujang sebagai simbol khas masyarakat Sunda. Interior masjid juga dihiasi kaligrafi yang mempercantik ruang ibadah sekaligus menghadirkan suasana religius bagi para jemaah.
Salah satu daya tarik Masjid Agung Sukabumi adalah keberadaan 99 kaligrafi Asmaul Husna yang menghiasi delapan pilar di area gerbang utama. Ornamen tersebut menjadi salah satu spot yang kerap menarik perhatian pengunjung.
Halaman masjid juga dibuat luas agar mampu menampung lebih banyak jemaah. Di sisi kanan dan kiri bangunan terdapat kolam ikan yang menambah suasana sejuk dan nyaman bagi masyarakat yang datang untuk beribadah maupun berwisata religi.


