BRANDA.CO.ID – Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Heri Gunawan, menggandeng Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi dan Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Kota/Kabupaten Sukabumi menggelar Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi politik masyarakat sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam menjaga kualitas demokrasi.
Acara yang dihadiri ratusan peserta diri berbagai elemen masyarakat, mulai dari Organisasi Dadali Pati Nusantara, seniman lokal, tokoh masyarakat, hingga tamu undangan lainnya itu dibuka dengan pantun bernuansa kebangsaan.
“Sungai mengalir airnya jernih, tempat berlabuh si perahu kayu. Mari jaga demokrasi tetap bersih, agar Indonesia semakin maju.”
Pantun tersebut menjadi pembuka sekaligus menggambarkan pesan utama kegiatan tentang pentingnya menjaga demokrasi agar tetap sehat dan bermartabat.
Politisi yang akrab disapa Hergun itu menegaskan, demokrasi yang berkualitas hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat memiliki kesadaran untuk berpartisipasi aktif serta menjaga proses demokrasi dari berbagai ancaman, termasuk pragmatisme politik dan penyebaran informasi palsu.
“Demokrasi yang bersih itu ibarat air sungai yang jernih. Kalau kita jaga bersama dari sampah pragmatisme dan berita bohong, hasilnya adalah Indonesia yang semakin maju dan sejahtera,” ujar Hergun.
Ketua Rumah Aspirasi dan Inspirasi Heri Gunawan (RAI Hergun) itu menjelaskan, pendidikan pemilih bukan sekadar mendorong masyarakat datang ke tempat pemungutan suara saat pemilu berlangsung.
Lebih dari itu, masyarakat harus memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara serta mampu berpartisipasi dalam seluruh proses demokrasi secara bertanggung jawab.
Menurutnya, pendidikan politik harus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memiliki pemahaman yang utuh mengenai pentingnya demokrasi.
“Demokrasi yang berkualitas lahir dari masyarakat yang sadar akan hak dan kewajibannya sebagai pemilih. Pendidikan politik harus terus dilakukan agar masyarakat semakin cerdas dan bertanggung jawab dalam menentukan pilihannya,” katanya.
Hergun menegaskan, kegiatan tersebut sama sekali tidak bertujuan mengarahkan pilihan politik masyarakat. Sebaliknya, sosialisasi itu difokuskan untuk membangun kesadaran bahwa setiap suara memiliki arti penting dalam menentukan arah pembangunan bangsa.
“Siapa pun pilihan politiknya adalah hak masing-masing. Yang ingin kami bangun adalah kesadaran bahwa jangan sampai ada lagi sikap apatis atau memilih untuk tidak menggunakan hak suara. Satu suara sangat menentukan arah dan masa depan bangsa,” tegasnya.
Ia juga menyoroti tren menurunnya tingkat partisipasi pemilih pada beberapa penyelenggaraan pemilu sebelumnya. Karena itu, pendidikan pemilih dinilai menjadi strategi penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat legitimasi hasil pemilu.
Selain membahas pentingnya partisipasi politik, Hergun turut mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan media sosial. Menurutnya, derasnya arus informasi di era digital harus diimbangi kemampuan memverifikasi informasi agar masyarakat tidak mudah terpengaruh hoaks maupun disinformasi.
“Jangan mudah ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Biasakan memeriksa sumber, waktu publikasi, dan memastikan informasi tersebut valid. Menangkal hoaks dimulai dari kedewasaan kita dalam menyaring informasi,” ujarnya.(***)


