BRANDA.CO.ID – Dunia pendakian internasional berduka setelah pendaki legendaris Nirmal Purja, atau yang akrab disapa Nimsdai, dilaporkan meninggal dunia akibat longsoran salju saat menjalani ekspedisi di Gunung Broad Peak, Pakistan.
Tragedi tersebut juga menewaskan sejumlah anggota tim ekspedisi lainnya, dan menjadi salah satu kecelakaan pendakian paling memilukan tahun ini. Nirmal Purja dikenal sebagai salah satu pendaki terbaik dunia.
Nama Nirmal Purja melejit setelah berhasil menaklukkan seluruh 14 gunung dengan ketinggian di atas 8.000 meterhanya dalam waktu sekitar enam bulan pada 2019, sebuah pencapaian yang memecahkan rekor dunia dan menginspirasi banyak pendaki di seluruh dunia.
Insiden nahas itu terjadi saat Nimsdai memimpin ekspedisi di Broad Peak, gunung setinggi 8.051 meter yang berada di kawasan Gilgit-Baltistan, Pakistan. Longsoran salju menerjang rombongan pendaki ketika mereka berada di jalur pendakian, menyebabkan seluruh tim tersapu material salju.
Setelah sempat dinyatakan hilang, pihak penyelamat bersama otoritas Pakistan melakukan pencarian menggunakan drone dan tim penyelamat darat. Kondisi medan yang ekstrem serta cuaca buruk membuat proses evakuasi berlangsung sangat sulit.
Otoritas akhirnya mengonfirmasi bahwa Nirmal Purja dan anggota tim lainnya meninggal dunia dalam tragedi tersebut.
“Dengan rasa duka yang mendalam dan kesedihan yang tak terhingga, kami mengonfirmasi bahwa Nirmal Purja secara tragis telah kehilangan nyawanya menyusul insiden longsoran salju di Broad Peak. Kami juga telah menerima konfirmasi bahwa anggota ekspedisi lainnya sayangnya tidak selamat,” kata perusahaan milik Purja, Elite Expeditions.
Sosok yang Mengubah Dunia Pendakian
Nimsdai lahir di Nepal dan pernah bertugas sebagai anggota Brigade Gurkha serta pasukan elite Special Boat Service (SBS) Inggris, sebelum menekuni dunia pendakian secara profesional. Ia kemudian dikenal luas berkat berbagai pencapaian luar biasa di pegunungan Himalaya.
Selain memecahkan rekor pendakian 14 puncak tertinggi dunia, Purja juga menjadi bagian dari tim yang sukses melakukan pendakian musim dingin pertama ke puncak K2 pada 2021. Kiprahnya membuatnya dianggap sebagai salah satu pendaki paling berpengaruh di era modern.
Prestasi Nimsdai semakin dikenal masyarakat luas setelah kisah hidupnya diangkat dalam film dokumenter Netflix berjudul “14 Peaks: Nothing Is Impossible”. Film tersebut menceritakan perjalanan ambisiusnya menaklukkan seluruh gunung di atas 8.000 meter dalam waktu singkat, sekaligus memperkenalkan dunia pendakian ekstrem kepada khalayak global.
Melalui berbagai ekspedisi, Purja juga dikenal aktif membantu proses penyelamatan pendaki lain di gunung-gunung Himalaya. Dedikasi dan keberaniannya membuat ia dihormati oleh komunitas pendaki internasional.
Kepergian Nirmal Purja memicu gelombang duka dari berbagai penjuru dunia. Sejumlah tokoh, komunitas pendaki, hingga pejabat Nepal menyampaikan belasungkawa dan mengenang jasanya dalam mengangkat nama Nepal di dunia pendakian.
Tragedi di Broad Peak kembali menjadi pengingat bahwa pendakian gunung berketinggian ekstrem tetap memiliki risiko yang sangat besar, bahkan bagi pendaki paling berpengalaman sekalipun. Meski telah berpulang, warisan dan pencapaian Nirmal Purja akan terus dikenang sebagai bagian penting dalam sejarah dunia pendakian.


