BRANDA.CO.ID – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki mengarahkan seluruh perangkat daerah mempercepat optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai fondasi pembiayaan pembangunan yang harus dituntaskan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Dalam Rapat Pimpinan Pemerintah Kota Sukabumi di Oproom Setda, Rabu (5/8/2026), ia menegaskan setiap pimpinan perangkat daerah wajib menunjukkan komitmen nyata melalui peningkatan pendapatan, penguatan pengawasan, serta percepatan pencapaian target penerimaan daerah.
Rapat dipimpin langsung oleh H. Ayep Zaki dan dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Sekretaris Daerah Andang Tjahjandi, para asisten daerah, staf ahli wali kota, kepala dan sekretaris perangkat daerah, camat, serta lurah.
Agenda utama rapat membahas optimalisasi PAD dan evaluasi pertumbuhan pendapatan setiap perangkat daerah secara year on year (YoY).
Dalam arahannya, H. Ayep Zaki menegaskan pembangunan Kota Sukabumi membutuhkan dukungan keuangan daerah yang kuat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Ia ingin fondasi tersebut menjadi warisan bagi pemerintahan berikutnya.
“Pembangunan ini waktunya tidak lama, lima sampai sepuluh tahun harus selesai. Seluruh pemanfaatan PAD harus selesai. Saya ingin memberikan legacy sebagai warisan kepada pemerintah selanjutnya. Pimpinan menjadi indikator penting pemerintahan, sementara anggaran harus kembali kepada kepentingan masyarakat. Karena itu saya terus mengontrol pendapatan asli daerah dan ingin lajunya semakin cepat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran agar menjaga komitmen bersama. Setiap kebijakan yang telah diputuskan harus dilaksanakan secara konsisten tanpa penundaan.
H. Ayep Zaki menilai kedisiplinan menjalankan arahan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pembangunan dan tata kelola pemerintahan.
“Kalau kita tidak bisa melangkah, saya minta semuanya berhenti dulu. Ini soal menjaga komitmen. Jangan main-main dengan keputusan yang sudah ditetapkan,” katanya.
Rapat tersebut menghasilkan komitmen bersama seluruh perangkat daerah untuk menandatangani pernyataan kesiapan meningkatkan PAD.
Setiap perangkat daerah penghasil pendapatan diminta menyusun proyeksi penerimaan secara terukur sebagai dasar evaluasi kinerja. Komitmen itu juga akan menjadi salah satu pertimbangan dalam rotasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.
Wali Kota meminta para camat memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Evaluasi dilakukan melalui capaian pertumbuhan tahunan di setiap wilayah agar potensi penerimaan dapat digali lebih optimal.
Ia mengungkapkan langkah yang telah ditempuh pemerintah mulai menunjukkan hasil. Dana sebesar Rp700 juta yang dialokasikan untuk mendukung optimalisasi PBB-P2 telah menghasilkan penerimaan sekitar Rp780 juta.
“PBB-P2 akan terus kita perbarui dan maksimalkan. Seluruh perangkat daerah saya minta mengejar pertumbuhan pendapatan sebesar 18 persen. Khusus PBB-P2, capaian saat ini masih sekitar 12 persen dari target 18 persen. Bulan Agustus ini harus dimaksimalkan,” tegasnya.
Melalui rapat pimpinan tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi memperkuat langkah bersama untuk meningkatkan kapasitas fiskal daerah.
Optimalisasi PAD diposisikan sebagai instrumen utama dalam membiayai pembangunan, memperluas pelayanan publik, serta menjaga keberlanjutan program pembangunan kota dalam beberapa tahun mendatang.


