BRANDA.CO.ID – Nama Juicy Luicy kembali ramai diperbincangkan, setelah band asal Bandung tersebut batal tampil dalam festival musik XYZ Liveground di Batam. Persoalan yang muncul bukan soal karya musik terbaru, melainkan kendala perjalanan yang berkaitan dengan kelebihan bagasi.
Juicy Luicy sebenarnya bukan nama baru di industri musik Indonesia. Band ini sudah berkarier sejak 2010 dan dikenal lewat lagu-lagu bernuansa galau yang dekat dengan cerita percintaan anak muda.
PerjalananJuicy Luicy juga tidak langsung sampai pada popularitas seperti sekarang. Dari awal berdiri, mereka melewati proses panjang, mulai dari bermusik secara independen hingga berhasil mendapatkan perhatian luas lewat karya-karya yang banyak didengarkan di platform streaming.
Berawal dari Bandung
Juicy Luicy terbentuk di Bandung pada 4 April 2010. Band ini pada awalnya berangkat dari dua bersaudara, Denis Ligia dan Julian Kaisar. Keduanya memiliki ketertarikan terhadap musik dan kemudian mulai mengembangkan karya bersama.
Seiring berjalannya waktu, sejumlah personel bergabung dan formasi band mengalami perubahan. Julian Kaisar yang akrab disapa Uan kemudian dikenal sebagai vokalis Juicy Luicy, sementara Denis Ligia menjadi salah satu personel penting dalam perjalanan musik grup tersebut.
Pada masa awal karier, mereka masih harus membangun nama dari bawah. Mereka merintis secara mandiri dan terus menghasilkan karya sebelum akhirnya mendapat kesempatan bergabung dengan label mayor pada 2015.
Perjalanan panjang tersebut membuat mereka mampu bertahan selama lebih dari satu dekade di industri musik Indonesia.
Lagu Galau Jadi Ciri Khas
Salah satu hal yang membuat Juicy Luicy mudah dikenali adalah lagu-lagunya yang banyak mengangkat kisah percintaan, patah hati, hubungan yang rumit, hingga perasaan yang sulit diungkapkan.
Karakter tersebut kemudian menjadi salah satu kekuatan mereka. Lirik yang dianggap relate dengan kehidupan pendengar membuat lagu-lagu Juicy Luicy mudah diterima, terutama di kalangan anak muda.
Salah satu karya yang ikut memperkenalkan nama mereka adalah “Tanpa Tergesa”. Lagu tersebut kemudian menjadi bagian dari album Sentimental yang dirilis pada 2020.
Selain itu, ada pula lagu “Lantas” yang semakin memperkuat popularitasnya. Lagu tersebut bahkan berhasil menembus 100 juta kali pemutaran di Spotify.
Cetak Rekor di Spotify
Popularitas Juicy Luicy terlihat dari pencapaian mereka di platform streaming musik. Pada 2022, “Lantas” dan “Tanpa Tergesa” sama-sama berhasil mencapai 100 juta kali pemutaran di Spotify.
Pencapaian tersebut membuat mereka tercatat sebagai band Indonesia pertama yang memiliki dua lagu dengan jumlah pemutaran mencapai 100 juta di Spotify.
Kesuksesan tersebut tentu bukan terjadi secara instan. Juicy Luicy sudah membangun perjalanan musik selama bertahun-tahun sebelum lagu-lagu mereka akhirnya semakin dikenal luas.
Bahkan pada 2020, album Sentimental juga sempat mencatat pencapaian besar dengan menembus 100 juta streams di Spotify hanya sekitar satu bulan setelah dirilis.
Dinobatkan sebagai Indonesia Top Group 2024
Popularitas Juicy Luicy terus berlanjut hingga beberapa tahun berikutnya. Pada Spotify Wrapped Live Indonesia 2024, mereka mendapatkan penghargaan Indonesia Top Group of 2024.
Band tersebut mengungguli sejumlah nama besar lainnya seperti Sheila On 7, Dewa 19, NDX A.K.A dan Last Child.
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa mereka memiliki basis pendengar yang kuat. Lagu-lagu seperti “Sialan”, “Bukan Orangnya”, dan “Lampu Kuning” juga menjadi beberapa karya yang banyak dikenal oleh pendengar musik Indonesia.
Dengan gaya musik yang identik dengan kisah patah hati dan hubungan percintaan, Juicy Luicy berhasil mempertahankan identitas mereka di tengah perkembangan musik Indonesia yang terus berubah.
Batal Manggung di Batam Gegara Masalah Bagasi
Di tengah perjalanan karier yang cukup panjang, band ini kini kembali menjadi sorotan setelah batal tampil di XYZ Liveground di Temenggung Abdul Jamal, Batam, pada Sabtu, 5 September 2026.
Berdasarkan keterangan pihak penyelenggara, sejumlah kebutuhan penampilan band tersebut sebenarnya sudah dipersiapkan. Hal ini termasuk pembayaran fee, tiket penerbangan pulang-pergi, akomodasi hotel, kebutuhan perjalanan dan hospitality, serta kebutuhan teknis pertunjukan.
Persoalan kemudian muncul ketika rombongan hendak melakukan keberangkatan menuju Batam. Ada kebutuhan tambahan terkait over baggage atau kelebihan bagasi yang harus diselesaikan di bandara.
Pihak penyelenggara menyebut telah menawarkan mekanisme reimbursement. Dalam skema tersebut, biaya kelebihan bagasi dibayarkan terlebih dahulu dan kemudian diganti oleh pihak penyelenggara.
Namun, Juicy Luicy akhirnya tidak melanjutkan perjalanan sehingga mereka batal tampil dalam festival tersebut.

