BRANDA.CO.ID – Investasi emas menjadi salah satu pilihan yang banyak dilirik untuk menjaga nilai kekayaan, dan mempersiapkan keuangan di masa depan.
Selain bisa dimulai dengan modal yang disesuaikan kemampuan, emas juga dikenal memiliki potensi kenaikan nilai dalam jangka panjang. Namun, sebelum mulai investasi emas, penting untuk memahami berbagai kelebihan dan kekurangannya agar tidak salah mengambil keputusan.
Meski investasi emas sering dianggap sebagai investasi yang aman, harga emas tetap bisa naik dan turun mengikuti kondisi pasar. Ada sejumlah keuntungan yang bisa diperoleh, mulai dari membantu menjaga nilai kekayaan hingga relatif mudah dicairkan menjadi uang.
Di sisi lain, investasi emas juga memiliki risiko, seperti selisih harga beli dan jual serta tidak menghasilkan pendapatan pasif. Lantas, apa saja kelebihan dan kekurangan investasi ini yang perlu diketahui pemula?
Berikut 3 Kelebihan yang Perlu Diketahui
1. Nilainya Cenderung Meningkat dalam Jangka Panjang
Salah satu kelebihan investasi emas adalah nilainya yang cenderung meningkat dalam jangka panjang. Berdasarkan penjelasan Allianz Indonesia, emas dapat menjadi pilihan untuk menyimpan kekayaan karena pergerakan harganya secara historis menunjukkan kecenderungan naik, meskipun pada periode tertentu bisa mengalami stagnasi.
Kondisi tersebut membuat emas kerap dipilih sebagai salah satu instrumen investasi untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi. Namun, kenaikan harga pada masa lalu tidak menjamin harga emas akan selalu naik pada masa mendatang.
Karena itu, penting untuk menentukan tujuan investasi dan tidak hanya mengandalkan perkiraan kenaikan harga dalam mengambil keputusan.
2. Bisa Membantu Melindungi Nilai Kekayaan dari Inflasi
Kelebihan investasi emas berikutnya adalah potensinya untuk membantu menjaga nilai kekayaan ketika terjadi inflasi.
Inflasi merupakan kondisi ketika harga barang dan jasa secara umum mengalami kenaikan. Akibatnya, daya beli uang dapat menurun karena jumlah uang yang sama tidak lagi bisa membeli barang sebanyak sebelumnya.
Dalam kondisi tertentu, harga emas dapat ikut meningkat ketika inflasi naik. Hal inilah yang membuat emas sering dipilih sebagai salah satu alternatif untuk menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang.
Meski demikian, pergerakan harga emas tidak hanya dipengaruhi inflasi. Kondisi ekonomi global dan nilai tukar rupiah juga dapat memengaruhi harganya.
3. Relatif Mudah Dicairkan Menjadi Uang
Investasi emas juga memiliki kelebihan dari sisi likuiditas atau kemudahan untuk dicairkan menjadi uang tunai.
Menurut penjelasan Allianz Indonesia yang merujuk pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), emas dapat dijual kembali atau digadaikan melalui perusahaan gadai maupun toko emas.
Kemudahan tersebut membuat emas bisa menjadi salah satu pilihan aset ketika pemiliknya membutuhkan dana. Namun, harga jual kembali belum tentu sama dengan harga saat membeli emas.
Oleh karena itu, sebelum melakukan transaksi, perhatikan harga pembelian, harga jual kembali atau buyback, serta biaya lain yang mungkin dikenakan.
3 Kekurangan yang Harus Dipahami
1. Tidak Menghasilkan Pendapatan Pasif
Berbeda dengan instrumen investasi tertentu yang dapat memberikan dividen atau pendapatan berkala, emas tidak menghasilkan pendapatan pasif hanya dengan menyimpannya.
Keuntungan investasi emas umumnya diperoleh ketika harga jual kembali lebih tinggi daripada harga pembelian setelah memperhitungkan biaya transaksi.
Artinya, investor perlu memperhatikan pergerakan harga dan selisih harga beli dengan harga jual kembali sebelum memutuskan untuk menjual emas.
2. Kurang Cocok untuk Investasi Jangka Pendek
Investasi emas lebih sering digunakan untuk tujuan keuangan jangka menengah hingga panjang. Pasalnya, kenaikan harga emas dalam waktu singkat tidak selalu cukup untuk menutup selisih harga beli dan harga jual kembali.
Jika emas dibeli ketika harganya tinggi, kemudian dijual saat harga turun, investor berpotensi mengalami kerugian.
Karena itu, emas sebaiknya tidak dianggap sebagai cara cepat untuk mendapatkan keuntungan. Tentukan terlebih dahulu kapan dana tersebut akan digunakan dan pastikan uang yang diinvestasikan bukan dana untuk kebutuhan mendesak.
3. Memiliki Selisih Harga Beli dan Jual
Kekurangan investasi emas lainnya adalah adanya spread, yaitu selisih antara harga beli emas dan harga jual kembali.
Sebagai contoh, seseorang membeli emas dengan harga Rp1.500.000 per gram. Ketika ingin menjualnya kembali, harga buyback yang ditawarkan ternyata hanya Rp1.450.000 per gram.
Dalam ilustrasi tersebut, terdapat selisih Rp50.000 per gram. Jika emas langsung dijual tanpa adanya kenaikan harga yang cukup, pemiliknya berpotensi mengalami kerugian.
Ilustrasi tersebut hanya contoh perhitungan, bukan harga emas terkini. Harga beli dan jual kembali dapat berubah mengikuti kondisi pasar serta kebijakan penyedia emas.
Untuk memaksimalkan potensi keuntungan, investor perlu membandingkan harga dari penyedia tepercaya dan memahami seluruh biaya transaksi sebelum membeli.

