Kisah Dato Sri Tahir, Orang Terkaya RI yang Justru Gemar Bagi-bagi Duit

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Dato Sri Tahir dikenal sebagai pengusaha sukses sekaligus pendiri Mayapada Group. Namun, di balik kekayaannya, Tahir punya sisi lain yang menarik perhatian, yaitu kebiasaannya membantu orang-orang yang membutuhkan, bahkan sampai berkeliling dunia demi misi kemanusiaan.

Dato Sri Tahir merupakan pengusaha dan investor kelahiran Surabaya pada 26 Maret 1952. Ia mendirikan Mayapada Group, perusahaan yang memiliki berbagai lini usaha, mulai dari perbankan, media, properti, hingga rumah sakit.

Kesuksesan yang diraihnya tidak membuat Dato Sri Tahir melupakan orang-orang yang hidup dalam kesulitan. Ia mengaku kerap memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, baik secara langsung maupun melalui timnya.

Tahir sendiri sempat menceritakan pengalamannya membantu seorang anak bernama Ayu, yang berjualan bunga hias di kawasan Sisingamangaraja.

Setelah melihat kondisi anak tersebut, Tahir meminta karyawannya untuk mendatangi rumah Ayu dan membantu mengurus kebutuhannya. Bahkan, ia menyebut bantuan tempat tinggal menjadi salah satu bentuk pertolongan yang diberikan.

Kisah tersebut memperlihatkan bahwa bantuan yang dilakukan Tahir tidak selalu menunggu adanya acara resmi atau program besar. Ia berusaha membantu ketika melihat seseorang membutuhkan pertolongan.

Aksi sosial Tahir tidak terbatas di Indonesia. Ia juga mengunjungi sejumlah wilayah di luar negeri untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak konflik dan krisis kemanusiaan.

Tahir menyebut beberapa wilayah yang pernah menjadi bagian dari kegiatan kemanusiaannya, termasuk Myanmar, Sudan, kawasan Timur Tengah, serta perbatasan Irak.

Ia juga mengungkapkan keterlibatannya dalam membantu pengungsi Rohingya dan masyarakat yang terdampak konflik di Suriah.

Bahkan, Tahir menceritakan bahwa dirinya memiliki cucu angkat dari Suriah. Pengalaman tersebut menjadi salah satu gambaran kedekatannya dengan orang-orang yang ditemuinya dalam perjalanan kemanusiaan.

Saat itu, ia juga berencana kembali mengunjungi sejumlah wilayah di Timur Tengah, termasuk Yordania, Lebanon, dan Palestina, untuk mengurus berbagai kegiatan bantuan.

Bagi Tahir, membantu orang lain tidak harus dibatasi oleh negara, latar belakang, atau keadaan tertentu. Selama ada orang yang membutuhkan pertolongan, ia merasa terdorong untuk memberikan bantuan sesuai kemampuannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist