BRANDA.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi terus memutar otak demi menjaga stabilitas harga pangan di wilayahnya. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan membagikan ratusan bibit komoditas pangan kepada masyarakat sebagai upaya menekan angka inflasi daerah.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kota Sukabumi, Neng Rahmi, menjelaskan bahwa kegiatan kolaborasi ini difokuskan pada komoditas pangan yang kerap mengalami lonjakan harga (volatile food).
”Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi yang intinya untuk menurunkan inflasi. Ada berbagai macam komoditas pangan yang terus kita upayakan agar harganya tetap stabil. Salah satu yang harganya sering naik yaitu cabai dan bawang,” ujar Neng Rahmi saat ditemui di lokasi kegiatan, Selasa (20/10/2026).
Guna memastikan penyaluran tepat sasaran, Pemkot Sukabumi membagikan masing-masing 250 bibit cabai dan 250 bibit bawang merah kepada kader Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Pemilihan kader PKK sebagai penerima bibit bukan tanpa alasan. Menurut Neng Rahmi, PKK memiliki struktur organisasi yang sistematis dan menjangkau hingga tingkatan terkecil di masyarakat.
”Kenapa kita pilih kader PKK? Karena PKK itu sistematis. Ketika ada satu instruksi dari tingkat kota, mereka akan langsung turun ke kecamatan, kelurahan, hingga RT dan RW. Kami menilai ini sebagai gerakan masif yang ampuh membantu menurunkan inflasi, khususnya pada komoditas cabai dan bawang,” terangnya.
Rahmi menegaskan, dirinya tidak ingin program ini berhenti sebatas seremonial semata. Program pemberian bibit ini akan dilanjut dengan didampingi, monitoring dan evaluasi (Monev) secara berkala hingga satu bulan ke depan.
”Nantinya, bagi kelurahan yang dinilai berhasil membudidayakan bibit tersebut akan dijadikan sebagai lokasi pilot project atau percontohan bagi wilayah lainnya,” tandasnya.
Tak hanya pembagian bibit, rangkaian acara ini juga menggandeng kader PKK dalam mengkreasikan olahan pangan berbahan dasar labu untuk meningkatkan kreativitas serta nilai ekonomi masyarakat.
Selain itu, kegiatan Gerakan Pasar Murah (GPM) juga diselenggarakan guna menyediakan bahan pokok berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.***

