Jaga Demokrasi Pancasila, Bawaslu dan Heri Gunawan Ajak Warga Sukabumi Aktif Awasi Pemilu

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) kembali menggelar sosialisasi dan penguatan pengawasan partisipatif masyarakat disalah satu hotel di Kota Sukabumi, Sabtu (31/10/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai upaya nyata dalam menjaga keberlangsungan Demokrasi Pancasila.

Acara yang dipandu oleh Hasanuddin selaku moderator ini menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota DPR RI Heri Gunawan, Komisioner Bawaslu Jawa Barat Freddy, Ketua Bawaslu Kota Sukabumi Yasti Yustia Asih, serta narasumber lokal Irna Lisnawati.

Dalam pemaparannya, Anggota DPR RI Heri Gunawan, SE., M.M., M.AP., menegaskan bahwa Pancasila merupakan landasan utama dalam berdemokrasi dan menegakkan kedaulatan rakyat. Ia memberikan catatan evaluasi terkait pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024 di Kota serta Kabupaten Sukabumi, terutama mengenai penurunan partisipasi pemilih.

Pria yang akrab disapa Hergun ini juga menyoroti pentingnya membangun kesadaran kritis masyarakat agar mampu mengawasi dan mengantisipasi potensi kecurangan secara mandiri. Selain itu, ia memaparkan fokus pemerintah saat ini yang tertuang dalam Asta Cita, serta rencana revisi Undang-Undang Pemilu demi memperkuat kelembagaan Bawaslu dan penegakan hukum pemilu.

Sejalan dengan hal tersebut, Komisioner Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Freddy, memaparkan tantangan terkait Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) yang sedang mengalami tren penurunan, baik di tingkat nasional maupun di Jawa Barat.

Menurut Freddy, pengawasan partisipatif dari masyarakat merupakan instrumen krusial untuk mencegah berbagai bentuk pelanggaran. Mulai dari pelanggaran administratif, pelanggaran kode etik, hingga tindak pidana pemilu dan praktik politik uang.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Sukabumi, Yasti Yustia Asih, menekankan pentingnya membangun sinergi yang kuat antara pengawas pemilu dan seluruh elemen masyarakat Sukabumi.

Yasti menyatakan, keberhasilan pengawasan tidak bisa hanya bertumpu pada lembaga resmi, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif warga melalui berbagai saluran program yang telah disediakan.

Menambahkan aspek teknis gerakan ini, narasumber lokal Irna Lisnawati menjelaskan empat program strategis pengawasan partisipatif yang diusung Bawaslu.

Program tersebut meliputi Pendidikan Pengawas Partisipatif, Pojok Pengawasan, Forum Warga, dan Komunitas Digital Pengawasan Partisipatif. Irna mengajak generasi muda, pemilih pemula, organisasi masyarakat, hingga para pembuat konten (content creator) untuk aktif menyebarkan edukasi serta berani melaporkan dugaan pelanggaran.

Kegiatan yang berlangsung interaktif ini ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh peserta. Mereka sepakat untuk terus mengawal proses demokrasi, tegas menolak politik uang serta berita hoaks, dan menyukseskan gerakan pengawasan partisipatif demi mewujudkan Pemilu 2029 yang bersih dan bermartabat. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist