Pilihan Terbaik! 2 Naskah Khutbah Jumat Akhir Ramadan: Menuju Kesempurnaan Ibadah

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Khutbah Jumat di akhir Ramadan menjadi momen penting untuk memberikan nasihat dan pengingat, kepada jamaah agar tetap istiqomah dalam beribadah.

Artikel ini menyajikan dua naskah khutbah akhir Ramadan yang dapat menjadi referensi, bagi para khatib dalam menyampaikan pesan-pesan penting di momen istimewa ini.

Kedua naskah khutbah akhir Ramadan ini dirancang untuk menyentuh hati, dan memberikan inspirasi kepada jamaah. Dengan tema yang relevan, khutbah ini akan mengajak jamaah untuk merenungkan perjalanan spiritual mereka selama Ramadan.

Khutbah I : Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Kehidupan Sehari-hari

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.  

أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.  

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah SWT,

Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Salah satu cara untuk meningkatkan ketakwaan adalah dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.  

Rasulullah SAW adalah suri teladan terbaik bagi seluruh umat manusia. Akhlak beliau yang mulia, seperti jujur, amanah, sabar, dan pemaaf, patut kita teladani dalam setiap aspek kehidupan.

Dalam berinteraksi dengan keluarga, tetangga, rekan kerja, maupun masyarakat luas, kita hendaknya selalu mengedepankan akhlakul karimah.

Beberapa contoh akhlak Rasulullah SAW yang dapat kita teladani:

  1. Kejujuran: Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang jujur dan dapat dipercaya. Kejujuran adalah pondasi utama dalam membangun kepercayaan dan hubungan yang baik dengan sesama.
  2. Amanah: Rasulullah SAW selalu menjaga amanah yang diberikan kepadanya. Amanah adalah tanggung jawab yang harus kita penuhi dengan sebaik-baiknya.
  3. Kesabaran: Rasulullah SAW adalah sosok yang sangat sabar dalam menghadapi berbagai cobaan dan ujian. Kesabaran adalah kunci untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan.
  4. Pemaaf: Rasulullah SAW selalu memaafkan kesalahan orang lain, bahkan kepada orang yang telah menyakitinya. Sifat pemaaf adalah tanda kebesaran jiwa dan kemuliaan hati.

Dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW, kita akan menjadi pribadi yang lebih baik dan mampu memberikan manfaat bagi orang lain.

Marilah kita jadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman hidup kita dalam mengarungi kehidupan yang penuh dengan tantangan ini.

Khutbah II: Memperkuat Ukhuwah Islamiyah di Era Digital

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.  

أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.  

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah SWT,

Di era digital yang serba cepat ini, kita dihadapkan pada berbagai tantangan dalam menjaga ukhuwah Islamiyah. Media sosial, yang seharusnya menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, justru seringkali menjadi pemicu perpecahan dan permusuhan.

Oleh karena itu, pada kesempatan yang mulia ini, saya mengajak kita semua untuk merenungkan kembali tentang pentingnya memperkuat ukhuwah Islamiyah di era digital.

Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah di era digital:

  1. Bijak dalam menggunakan media sosial: Gunakan media sosial untuk menyebarkan kebaikan, bukan untuk menyebarkan kebencian dan fitnah.
  2. Tabayyun (klarifikasi) sebelum menyebarkan informasi: Pastikan informasi yang kita terima benar dan akurat sebelum menyebarkannya.
  3. Menjaga lisan dan tulisan: Hindari berkata-kata kasar, mencela, atau menghina orang lain di media sosial.
  4. Membangun dialog yang positif: Gunakan media sosial untuk membangun dialog yang positif dan konstruktif, bukan untuk berdebat kusir.
  5. Mempererat silaturahmi di dunia nyata: Jangan hanya fokus pada interaksi di dunia maya, tetapi juga perkuat silaturahmi di dunia nyata dengan mengunjungi tetangga, teman, dan kerabat.

Dengan memperkuat ukhuwah Islamiyah di era digital, kita akan mampu menciptakan masyarakat yang harmonis, damai, dan penuh berkah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist