Penantian 20 Tahun Berakhir, Ini Penyebab Kematian Pangeran Al Waleed

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.IDSetelah dua dekade lamanya berjuang dalam keadaan koma, Pangeran Al Waleed bin Khaled bin Talal Al Saud yang dikenal luas dengan julukan “Sleeping Prince”, menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu, 19 Juli 2025.

Kabar duka Pangeran Al Waleed membawa kesedihan mendalam, terutama bagi sang ayah, Pangeran Khaled bin Talal Al Saud, yang tak pernah lelah berharap akan kesembuhan putranya.

Kabar meninggalnya Pangeran Al Waleed diumumkan secara langsung oleh sang Ayah, melalui akun media sosialnya dengan pernyataan yang penuh haru.

Sleeping Prince ini sendiri mulai menjalani masa koma sejak tahun 2005, ketika usianya baru menginjak 15 tahun. Kecelakaan mobil tragis yang menimpanya di London, saat ia sedang menempuh pendidikan di sebuah akademi militer, menjadi titik awal dari penantian panjang ini.

Insiden nahas tersebut menyebabkan cedera otak parah dan pendarahan hebat, yang membuatnya kehilangan kesadaran secara permanen dan bergantung pada alat-alat penunjang kehidupan.

Selama hampir 20 tahun, Al Waleed dirawat secara intensif di King Abdulaziz Medical City, Riyadh, Arab Saudi. Ayahnya dengan teguh memegang keyakinan akan mukjizat kesembuhan, menolak untuk mencabut alat-alat medis yang menopang kehidupan putranya.

Harapan sempat membuncah pada tahun 2019, ketika Al Waleed menunjukkan sedikit tanda-tanda kehidupan, seperti gerakan jari atau kepala. Namun, harapan itu tak pernah berkembang menjadi kesembuhan yang dinantikan.

Al Waleed berpulang pada usia 36 tahun. Meskipun penyebab medis spesifik yang mengakhiri hidupnya tidak disebutkan secara rinci, kondisi koma berkepanjangan selama dua dekade, yang merupakan dampak dari cedera otak traumatis dan komplikasi kesehatan jangka panjang, diyakini menjadi faktor utama di balik kepergiannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist