BRANDA.CO.ID – Sabtu pagi yang cerah di Lapangan Prawatasari, Kabupaten Cianjur, nampak berbeda dari biasanya.
Ribuan warga dari berbagai penjuru kabupaten berkumpul, membawa serta semangat dan keceriaan. Ada yang datang bersama keluarga, sebagian lagi bersama teman-teman komunitas, dan tidak sedikit pula anak-anak yang antusias mengikuti lomba mewarnai.
Hari itu, bukan hanya sekadar akhir pekan. Tapi sebuah momentum penuh makna: perayaan Hari Jadi Cianjur (HJC) ke-348, yang dikemas dalam gelaran akbar bertajuk Pesta Raya Indosiar.
Bersama Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Indosiar, Pesta Raya ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk melepas penat, berkreasi, berinteraksi, bahkan berjualan. Dua hari penuh mulai Sabtu hingga Minggu 20 Juli 2025, Cianjur benar-benar berpesta.
Dari senam massal yang menggerakkan ratusan tubuh di pagi hari, hingga dentuman musik dangdut dari para bintang jebolan Dangdut Academy dan Bintang Pantura di malam hari, semua menjadi satu dalam kebersamaan.
Tak hanya itu, lomba push bike untuk anak-anak, fun walk bersama keluarga, serta pameran UMKM membuat acara ini terasa dekat dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Di antara hiruk-pikuk acara, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian tampak hadir menyapa masyarakat. Ia berjalan menyusuri stand UMKM, berbincang dengan pelaku usaha kecil, dan sesekali ikut berjoget mengikuti irama musik.
“Kami ingin Hari Jadi ini dirasakan semua warga. Bahwa Cianjur bukan hanya sekadar tempat tinggal, tapi rumah yang penuh potensi, penuh kebahagiaan,” tuturnya dengan senyum lebar.
Wahyu menyebut bahwa perayaan tahun ini bukan hanya soal hiburan. Lebih dari itu, ada pesan mendalam tentang pentingnya membangkitkan ekonomi rakyat melalui pemberdayaan UMKM, sekaligus mengajak masyarakat hidup lebih sehat dan kreatif.
“Kami ingin anak-anak Cianjur tumbuh cerdas dan kreatif, masyarakatnya sehat dan sejahtera. Ini bukan perayaan biasa—ini bagian dari membangun masa depan,” katanya penuh keyakinan.
Di penghujung malam, sorotan lampu panggung menari di atas wajah-wajah bahagia. Anak-anak tertawa, orang tua bersantai, remaja berswafoto dengan idola mereka. Tak ada sekat, tak ada jarak—semua bersatu dalam euforia yang sama: kebanggaan menjadi bagian dari Cianjur.***

