BRANDA.CO.ID – Gua Kontilola, yang terletak di Distrik Kurulu, Kabupaten Jayawijaya, Papua, telah lama menjadi daya tarik sekaligus misteri bagi para wisatawan dan peneliti.
Salah satu daya tarik utama Gua Kontilola adalah lukisan-lukisan purba yang menghiasi dinding gua, yang seringkali memicu spekulasi liar tentang keberadaan makhluk luar angkasa atau alien. Namun, benarkah gambar-gambar tersebut adalah jejak peradaban alien?
Menurut Arkeolog Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua, lukisan-lukisan yang ditemukan di Gua Kontilola bukanlah bukti kunjungan alien, melainkan merupakan rock art atau seni gambar cadas yang dibuat oleh manusia prasejarah.
Penjelasan ini mematahkan banyak teori konspirasi dan mengembalikan lukisan-lukisan tersebut, pada konteks sejarah dan budaya manusia purba di Papua.
Hari Suroto menjelaskan bahwa penggambaran manusia yang terlihat “aneh”, atau tidak proporsional pada lukisan-lukisan tersebut, adalah hasil dari teknik menggambar yang masih sangat sederhana pada masa itu.
Manusia prasejarah menggunakan alat dan pewarna alami untuk menciptakan karya seni ini, yang kemungkinan besar memiliki makna ritual, naratif, atau bahkan sebagai penanda wilayah.
Seni gambar cadas adalah warisan berharga yang memberikan wawasan tentang kehidupan, kepercayaan, dan kebudayaan masyarakat purba.
Di Indonesia, temuan seni cadas seperti ini tersebar di berbagai wilayah, dan masing-masing memiliki karakteristik unik yang merefleksikan lingkungan serta cara hidup pembuatnya.
Lukisan di Gua ini, dengan segala kesederhanaannya, adalah cerminan dari kemampuan artistik dan ekspresi manusia yang hidup ribuan tahun lalu di tanah Papua.
Lebih dari sekadar galeri seni prasejarah, tempat ini juga memiliki makna penting bagi masyarakat setempat.
Masyarakat sekitar meyakini bahwa gua ini adalah tempat tinggal nenek moyang mereka, menjadikan Gua tersebut sebagai situs yang memiliki nilai spiritual dan historis yang tinggi.
Kepercayaan ini menunjukkan betapa eratnya hubungan antara masyarakat adat dengan alam dan warisan leluhur mereka.

